TOMOHON, Klikjo.id- Warga Kota Tomohon lagi dibuat resah. Baru-baru ini, beredar kabar mengejutkan soal dugaan bocornya data kependudukan warga yang ditengarai berasal dari Kelurahan Woloan Dua, Kecamatan Tomohon Barat. Tak main-main, data penting tersebut bahkan sempat beredar luas di platform Scribd.
Mendengar isu panas ini, Komisi I DPRD Kota Tomohon langsung gerak cepat. Mereka menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) darurat bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di Gedung DPRD Kota Tomohon, Selasa (20/10/2026).
Rapat penting ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I Drs Harryanto Lasut MAP, dan dihadiri oleh personil Komisi I antaranya Abraham Wakas SSi MAk, Vonny Mongdong, serta Anita Mamesah. Semua kompak menuntut kejelasan demi melindungi privasi warga.
Ketua Komisi I Harryanto Lasut mengungkapkan rasa kekhawatirannya yang mendalam. Menurutnya, kebocoran data seperti ini sangat berbahaya karena rawan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk tindakan kriminal.
“Kebocoran data kependudukan ini berpotensi besar disalahgunakan untuk aksi penipuan. Yang paling ditakutkan, data ini bisa dipakai orang lain untuk pengajuan kredit atau pinjaman online (pinjol) tanpa sepengetahuan pemilik asli,” ujar Harryanto dengan nada serius.
Dalam rapat tersebut, Harryanto juga mempertanyakan apakah insiden ini terjadi karena kelalaian manusia (human error) atau justru karena ada celah dalam keamanan sistem (system error).
Merespon hal tersebut, Kepala Dinas Dukcapil Tomohon Royke Roeroe langsung memberikan klarifikasinya. Ia membenarkan bahwa berdasarkan investigasi awal, sampel data yang beredar memang cocok dengan data warga di Woloan Dua. Namun, ia menegaskan bahwa sistem internal mereka tidak kebobolan.
“Sistem administrasi kependudukan kita itu dikelola langsung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri. Jadi, kami pastikan data yang beredar bukan bersumber dari sistem yang dikelola Disdukcapil Tomohon,” jelas Royke.
Investigasi internal juga menunjukkan tidak ada keterlibatan dari ‘orang dalam’ alias personel Dukcapil Tomohon. Untungnya, saat ini file data yang sempat bikin heboh di platform Scribd tersebut sudah resmi dihapus. Meski begitu, pihak Dukcapil mengaku masih melacak siapa dalang di balik pengunggahan data tersebut dan siap membawa kasus ini ke ranah hukum.
Sebagai langkah pencegahan agar tidak makin meluas, anggota Komisi I Abraham A. Wakas memberikan saran agar seluruh akun yang memiliki akses ke sistem Dukcapil segera mengganti kata sandi mereka. Usulan ini pun disambut positif oleh Royke.
Pihak DPRD berharap kasus ini diusut tuntas secara serius agar privasi dan keamanan data warga Tomohon ke depannya bisa benar-benar terjamin aman.(REQ)

Tinggalkan Balasan