JAKARTA, Klikjo.id – Siapa sebenarnya Lodewyk Pusung?
Nama purnawirawan TNI Angkatan Darat berpangkat Letnan Jenderal (Purn) itu mendadak menjadi sorotan publik setelah dikabarkan ditangkap Kejaksaan Agung RI terkait dugaan kasus korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Di balik kasus yang kini menyita perhatian nasional tersebut, Lodewyk dikenal sebagai salah satu perwira tinggi TNI AD dengan rekam jejak panjang dan sederet jabatan strategis selama masa pengabdiannya.

Pernah Jadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional
Lodewyk Pusung lahir pada 27 September 1960.
Ia menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sejak 22 Oktober 2024 hingga 2 Juni 2026.

Sebelum memasuki lingkungan BGN, karier militernya terbilang cemerlang. Berbagai posisi penting pernah dipercayakan kepadanya, mulai dari satuan elite Kopassus hingga jabatan strategis di tingkat TNI Angkatan Darat.

Lulusan Akmil dan Besar di Korps Baret Merah
Lodewyk merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) Magelang tahun 1981.
Perwira yang dikenal fasih berbahasa Inggris dan Prancis tersebut mengawali karier sebagai Komandan Peleton (Danton) di Korps Baret Merah Kopassandha.
Kariernya terus menanjak.

Delapan belas tahun setelah lulus Akmil, ia dipercaya menjadi Asisten Operasi Komandan Jenderal (Asop Danjen) Kopassus.

Tak lama kemudian, ia diangkat sebagai Komandan Batalyon 22 Kopassus.
Pernah Pimpin Satgas Antiteror Kopassus
Pada 2001, Lodewyk dipercaya memimpin Detasemen Khusus 81 Penanggulangan Teror atau Sat-81/Gultor Kopassus.
Satuan elite tersebut dikenal sebagai pasukan antiteror andalan TNI yang dibentuk pada 1981.

Selain itu, ia juga pernah menjabat Kepala Staf Garnisun Tetap Jakarta (Kasgartap Jaya) serta Direktur Pembinaan Pendidikan Militer di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif).

Jabatan Strategis di TNI AD
Karier Lodewyk semakin bersinar ketika dipercaya memimpin Korem 052/Wijayakrama Kodam Jaya pada 2006.
Selanjutnya, pada 2007 hingga 2009, ia menjabat di Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat.

Puncaknya, Lodewyk dipercaya menjadi Komandan Jenderal Kopassus.
Kemudian, pada 2013, ia mendapat promosi sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad).

Pada tahun yang sama, pemerintah menunjuknya sebagai Panglima Komando Gabungan Pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Nusa Dua, Bali.

Dikenal Aktif Kampanyekan HAM di Lingkungan Kopassus
Selama bertugas di Kopassus, Lodewyk tercatat aktif memberikan pendidikan dan penyuluhan terkait Hak Asasi Manusia (HAM) kepada prajurit.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat profesionalisme prajurit sekaligus meningkatkan pemahaman tentang aturan internasional dalam operasi militer.

Deretan Penghargaan Bergengsi
Atas pengabdiannya, Lodewyk menerima berbagai tanda kehormatan dari negara.

Beberapa di antaranya adalah Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, dan Satyalancana Dharma Bantala.

Selain itu, ia juga mengantongi sejumlah brevet bergengsi, seperti Master Parachutist Badge dari US Army, Brevet Kualifikasi Para Raider, Brevet Intai Tempur, hingga Brevet Pemburu.

Kini Jadi Sorotan
Kini, nama Lodewyk Pusung menjadi perhatian publik setelah muncul dalam pusaran dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional.
Meski memiliki rekam jejak panjang di dunia militer dan pernah menduduki berbagai jabatan strategis, proses hukum yang sedang berjalan akan menjadi penentu terhadap berbagai dugaan yang dialamatkan kepadanya.

Publik pun menanti perkembangan kasus tersebut serta langkah lanjutan yang akan dilakukan aparat penegak hukum.
(roger)