Foto: Personel Satreskrim Polres Jayapura melakukan olah TKP di lokasi penyelenggaraan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre.(Ist)

SENTANI, Klikjo.id – Polres Jayapura menyelidiki dugaan gangguan kesehatan warga setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di Kabupaten Jayapura, Selasa (4/8/2026), setelah sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan.

Menindaklanjuti laporan itu, Satreskrim Polres Jayapura langsung mendatangi lokasi penyelenggaraan MBG di Jalan Waiya, Distrik Depapre.

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan memimpin langsung olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama personel Satreskrim.

Selain itu, Kasat Reskrim AKP Markus Axel Panggabean dan Kanit Pidum IPTU Frisco R. Domo turut melakukan pemeriksaan.

Petugas memeriksa dapur MBG atau SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel serta rumah koordinator program tersebut.

Dalam pemeriksaan, polisi mendokumentasikan sejumlah titik yang berkaitan dengan pengolahan dan penyimpanan makanan.

Polisi kemudian mengamankan sejumlah sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Sampel tersebut meliputi masakan sayur, tempe kecap, sisa makanan, buah semangka, minyak penggorengan, dan makanan MBG.

Selanjutnya, seluruh sampel diserahkan kepada Laboratorium Forensik Polda Papua untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Amankan Barang Bukti

Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean mengatakan, pemeriksaan bertujuan mengetahui penyebab dugaan gangguan kesehatan tersebut.

“Personel langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik Polda Papua,” katanya.

Selain mengamankan sampel, penyidik juga memeriksa 30 orang yang mengetahui maupun berkaitan dengan penyelenggaraan program MBG.

Pemeriksaan tersebut mencakup kronologi kejadian, proses pengolahan makanan, hingga mekanisme pendistribusian kepada penerima.

Namun, polisi belum menyimpulkan penyebab gangguan kesehatan karena masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Papua.

Karena itu, Polres Jayapura mengimbau masyarakat tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Perkara masih tahap penyelidikan. Seluruh barang bukti diamankan dan menjalani pemeriksaan laboratorium,” tegas Markus.

Ia memastikan penyelidikan berlangsung secara profesional, ilmiah, dan transparan untuk mengungkap penyebab sebenarnya.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap sejumlah pihak masih berlanjut guna melengkapi alat bukti dan memastikan fakta secara objektif.

Polres Jayapura memastikan perkembangan penanganan kasus akan disampaikan kepada masyarakat berdasarkan hasil penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.(ARS)