Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan Paving Block Benteng Moraya, Agustivo Bilang Ini

Minahasa95 Dilihat

Agustivo Tumundo

TONDANO,KLIKJO.ID- Agustivo Tumundo, ex Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa menepis pernyataan kalangan LSM soal dugaan penyimpangan proyek pembangunan jalan paving block tahun 2018 di dalam lokasi wisata Benteng Moraya, Tondano.
“Memang proyek tersebut pada saat saya sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Nah, saat itu proyeknya tak ada masalah karena dikerjakan dengan baik. BPK juga sudah melakukan pemeriksaan,” ujarnya saat dihubungi via ponsel Kamis (28/10/2021).
Soal kondisi kini jalan paving block sudah tercabut dan rusak, menurut Agustivo, sudah waktunya.
“Dikerjakan tahun 2018 dan sekarang tahun 2021, berarti sudah 3 tahun. Ya wajar jika terlihat sekarang kondisinya sudah memiriskan. Apalagi tak ada anggaran pemeliharaan,” sembur Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Minahasa ini.
Diketahui, pembangunan jalan paving block tersebut merupakan proyek di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa tahun 2018 berbanderol Rp. 1.669.575.000 (APBD Minahasa) dengan pelaksana yaitu Jonathan Contraktor. Adapun nama proyeknya yaitu pembuatan jalur pejalan kaki/jalan setapak/jalan dalam kawasan, boardwalk, pedestrian dan tempat pakir.
Pemberitaan sebelumnya, kondisi jalan paving block di dalam kawasan Benteng Moraya kini terlihat memiriskan. Banyak paving block sudah tercabut dan rusak.
Penuturan beberapa warga setempat, kondisi tersebut terjadi karena pembangunan jalan paving block tersebut tak melalui proses pengerasan.
“Lokasi ini awalnya adalah tanah becek. Pelaksana pembangunan ini hanya memadatkan tanah becek dengan pasir dan tidak menggunakan wales. Setelah itu langsung dipasang paving block, makanya kondisi jalan jadi seperti ini,” sembur mereka, Sabtu (23/10/2021).
Sementara itu, kalangan LSM menduga terjadi korupsi dalam pekerjaan proyek tersebut.
“Pekerjaan jalan sepertinya hanya asal jadi. Masakan pembangunannya dikerjakan tahun 2018 tapi kini kondisi sudah rusak. Kuat dugaan terjadi korupsi dalam proyek tersebut,” tandas Ketua Pelopor Angkatan Muda Indonesia Perjuangan (PAMI-P) Sulut, Jonathan Mogonta.
Senada dikatakan Yamin Makuasang, Ketua Investigasi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Sulut.
“Ada ketidakberesan dalam pekerjaan pembangunan jalan paving block. Hasil investigasi kami juga terungkap bahwa pemadatan tanah becek hanya dengan pasir. Ya, bisa ada korupsi dalam proyek Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tersebut. Saat itu kepala dinasnya dijabat pak Agustivo Tumundo,” ujarnya.
Baik Jonathan maupun Yamin mengaku akan segera membuat laporan ke aparat hukum guna menelusuri dugaan korupsi yang terjadi.
“Pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut masing-masing Kadis Pariwisata, PPK dan kontraktornya harus diperiksa. Fakta di lapangan sudah jelas, kalau perlu tangkap dan penjarakan mereka,” tegas Jonathan dan Yamin. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.