Saat mobil naas itu melintas di jalan Tomohon  – Kawangkoan, tepatnya di areal perkebunan antara Desa Sonder – Leilem, diduga hilang kendali  dan diduga bersenggolan dengan mobil avanza DB 1598 E. Hanya hitungan detik saja mobil bus tersebut oleng, tergelincir dan terbalik di badan jalan aspal.

Akibatnya penumpang saling berbenturan di dalam mobil dan tiga penumpang tubuhnya sempat tertindih bodi mobil bus saat terbalik. Dua korban Corneles Sambelorang yang juga Pelsus di jemaat tersebut bersama  istrinya Welmina Masahengke serta Ade Laromeng tewas ditempat kejadian setelah tertindih bodi mobil tersebut.

Warga yang melintas di jalan tersebut langsung berupaya membantu para korban dan membawa ke rumah sakit terdekat. Ada pula warga yang sekedar mengambil foto dan video, bahkan ada yang menayangkan siaran langsung melalui handphone.

Pihak kepolisian Polres Minahasa  dan anggota TNI turun ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan mengatur arus lalulintas. Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi  pihak kepolisian terkait penyebab kecelakaan maut tersebut.(Tim)