
Hengki Yaluwo S.Sos,M.PA
Boven Digoel,KLIKJO.ID –Bupati Boven Digoel Hengki Yaluwo S.Sos,M.PA merasa ada pihak yang ingin benturkan para putra daerah asli Boven Digoel dalam kontestasi pemungutan suara ulang (psu) pada Agustus 2025 mendatang.
Padahal hubungan emosional setiap paslon sangat baik,walaupun ada dalam posisi kompetisi tapi menurutnya itu bagian dari demokrasi.
“Kami para calon bupati,baik dari nomor 1 sampai 4 adalah saudara,kami menaungi 5 suku yang ada di Boven Digoel.Jika saat ini kami bertarung dalam memperebutkan kursi kepala daerah itu bagian dari dinamika politik yang biasa-biasa saja,tidak ada yang luar biasa karena pesta demokrasi ini dilakukan terus menerus setiap 5 tahun sekali,“ucap Hengki.
Konflik interes yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab ,tambah Hengki,tujuannya hanya untuk mengadu domba sesama saudara orang asli papua.
“Sifat devide et impera sengaja dihembus,demi membuat runcing hubungan kami sesama calon bupati,padahal kami berempat punya tujuan sama,yakni membangun dan mensejahterakan masyarakat Boven Digoel,”ujarnya.
Dirinya (hengki_red) pun tak menepis jika dalam masa jabatannya sebagai Bupati belum maksimal memenuhi semua keinginan warga,itu pun disebabkan oleh keterbatasa dirinya sebagai manusia.
“Satu periode yang saya jalani sangat singkat untuk memuaskan keinginan masyarakat,apalagi hanya 3,5 tahun masa tugas.Saya hanya meminta oknum yang membuat gaduh agar objektif dalam bernarasi,karena kami sesama paslon punya tenggang rasa yang sama dan punya hubungan darah sebagai satu kesatuan suku orang asli papua,“jelasnya.

Tinggalkan Balasan