Basri menegaskan pentingnya peran Distrik sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik. “Distrik merupakan wilayah strategis yang paling dekat dengan masyarakat. Maka kolaborasi dengan kampung, kelurahan, aparat keamanan, dunia usaha, hingga masyarakat adat menjadi kunci dalam percepatan pembangunan,” katanya.

Ia juga mengaitkan semangat kegiatan ini dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Jayapura, yakni “Kasih Mempersatukan Perbedaan”.
Salah satu perwakilan paguyuban, Ferianto Ragalawa, SH, yang juga Ketua Flobamora dan Anggota DPRK Jayapura Komisi A, menyampaikan dukungannya. “Ini langkah positif. Kota Sentani sebagai wajah Kabupaten Jayapura harus menjadi contoh bagi distrik lain. Kalau Sentani aman dan tertata, perekonomian dan kualitas hidup masyarakat juga akan meningkat,” ucapnya.
Dalam diskusi, isu minuman keras (miras) juga mencuat. Ferianto menegaskan bahwa Perda miras yang sudah ada sejak lama perlu segera ditegakkan. “Perda ini bukan melarang total, tapi mengatur agar penjualan dilakukan di tempat yang sesuai izin. Saat ini banyak yang menjual secara ilegal di lorong-lorong kecil. Ini harus ditertibkan,” tegasnya.
Ia berharap Pemerintah Daerah dan pihak terkait dapat bertindak tegas untuk menertibkan peredaran miras. “Sentani harus bersih, aman, dan nyaman. Jika ini tercapai, kita optimistis Sentani akan menjadi kota maju yang membanggakan,” tutup Ferianto.(ARS)

Tinggalkan Balasan