Menururnya, sebanyak 45 siswa ditambah 5 siswa cadangan ikut serta dalam ANBK tahun ini. Mereka dibagi dalam dua sesi, dengan melibatkan 1 guru sebagai proktor, 1 guru teknisi, serta 1 pengawas dari luar sekolah.
“Pelaksanaan ANBK berjalan lancar tanpa kendala, baik jaringan maupun listrik,” ujar Maramis.

Maramis menegaskan, ANBK bukan sekadar ujian, melainkan instrumen pemetaan mutu pendidikan. Hasilnya menjadi dasar bagi sekolah untuk melakukan evaluasi, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam hal literasi dan numerasi.
“Kami optimis ANBK tahun ini cukup baik, dan tahun-tahun berikutnya akan lebih baik lagi dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik,” tandasnya.(PRI)
Halaman

Tinggalkan Balasan