Kadis Femmy Suluh menjelaskan tahun anggaran ini, DAK Fisik fokus  pada pengadaan peralatan, mengingat pembangunan fisik telah dialihkan menjadi program revitalisasi swakelola oleh pemerintah pusat.

“Tahun ini DAK fisik hanya untuk peralatan. Pembangunan fisik sudah beralih ke revitalisasi swakelola oleh pemerintah pusat,” ujar Suluh.

Ia memerinci bahwa pengadaan mencakup peralatan TIK, alat praktik SMK, permainan edukasi, hingga buku-buku pendukung pembelajaran.

Menurutnya, sebagian peralatan telah tiba di sekolah, sementara sebagian lainnya masih dalam proses pengiriman dari luar daerah oleh pihak penyedia.

“Masih dalam perjalanan karena harus dikirim dari luar daerah,” tambahnya.

Suluh juga menegaskan bahwa jalannya Rakor akan diikuti pengawasan lintas instansi, termasuk dari Inspektorat dan BPK, untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

Ia mengingatkan para kepala sekolah agar menyusun laporan penerimaan DAK Tahun Anggaran 2025 secara jelas, rinci, dan akuntabel.

“Harapannya, Rakor DAK SMA/SMK Tahun 2025 dapat berjalan baik, transparan, dan memberi dampak nyata bagi kualitas pendidikan di Sulut,” tutupnya.(PRI)