Polisi Amankan Tiga Terduga Pelaku

Foto: Aparat Polresta Jayapura Kota mengamankan situasi di Pelabuhan Laut Jayapura usai meninggalnya seorang penumpang KM Gunung Dempo, Senin malam (26/1/2026).(Ist)

JAYAPURA, Klikjo.id — seorang penumpang Kapal Motor (KM) Gunung Dempo berinisial Dony (25), seorang mahasiswa,  Meninggal Dunia (MD), setelah diduga terlibat perkelahian dengan sesama penumpang di Deck 7 bagian luar kapal, saat pelayaran menuju Pelabuhan Laut Jayapura, pada Senin  (26/1/2026) malam.

Mendapat laporan, personel Polresta Jayapura Kota bersama Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Jayapura segera  mengamankan situasi, setelah koordinasi dengan pihak PT Pelni, petugas keamanan kapal, serta keluarga korban .

Situasi sempat memanas saat kapal sandar di Pelabuhan Laut Jayapura. Sekitar 50 orang keluarga korban berupaya naik ke atas kapal dan terjadi aksi saling dorong.

Namun, aparat kepolisian berhasil mengendalikan keadaan melalui pendekatan persuasif dan dialog, sehingga tidak terjadi eskalasi lebih lanjut.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen S.IK, MH, CPHR, melalui Kasat Reskrim Kompol I Dewa Gde Ditya K S.IK, MH, menegaskan sudah menangani kasus tersebut secara profesional, transparan, dan mengedepankan nilai kemanusiaan.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban. Penanganan kasus ini kami lakukan secara objektif dan profesional, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada keluarga korban,” ujar Kompol Dewa.

Ia menambahkan, kepolisian telah mengamankan tiga orang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap korban.

Ketiganya saat ini berada dalam pengawasan aparat dan menjalani penanganan medis di RS Bhayangkara Jayapura sebelum proses hukum lebih lanjut.

“Kami pastikan penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Setiap pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota AKBP Fredrickus Maclarimboen menegaskan komitmen jajarannya dalam menegakkan hukum secara adil serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami tidak mentolerir segala bentuk kekerasan, apalagi yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Namun, pendekatan humanis kepada keluarga korban dan pihak terkait tetap kami kedepankan,” ujarnya.

Kapolresta juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Ia meminta semua pihak mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.

“Kami akan menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab hingga tuntas,” tutupnya. (ARS)