
Foto : Kadis Dinsos Jayapura, Korry Simbolon
SENTANI, Klikjo.id –Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jayapura fokus dan priroritaskan pembiayaan panti asuhan dan penanganan stunting untuk tahun 2026. ini dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kabupaten Jayapura, Korry Simbolon saat di ruang kerjanya pada Senin (26/1/2026).
Menurutnya, pagu anggaran 2026 sekitar Rp8,3 miliar, sumber dana dari Otonomi Khusus (Otsus) Rp 3 miliar, Dana Bagi Hasil (DBH) Rp1,2 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp3,6 miliar termasuk belanja pegawai, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dia menambahkan, program dan kegiatan disusun selaras dengan visi dan misi Bupati Jayapura, khususnya dalam peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.
Salah satu program prioritas yang terus dijalankan adalah perhatian terhadap panti asuhan melalui Program Bapak Asuh Bupati, yang menjadi program unggulan kepala daerah.
“Dengan keterbatasan anggaran, tahun ini kami tetap mengupayakan bantuan kepada sejumlah panti asuhan, baik berupa bahan makanan, bantuan biaya pendidikan, maupun hibah dana,” ujar Korry Simbolon.
Selain bantuan, Dinsos juga melakukan pembinaan terhadap pengelola panti asuhan. Pembinaan ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung proses akreditasi panti asuhan di Kabupaten Jayapura.
“Walaupun terjadi penyesuaian dan pergeseran anggaran, saya sudah mengarahkan seluruh kepala bidang agar setiap bantuan tetap disertai pembinaan, sehingga pelayanan panti asuhan dapat berjalan optimal,” jelasnya.
Program lain yang menjadi perhatian Dinsos sesuai arahan Bupati Jayapura adalah penyediaan peti jenazah bagi masyarakat.
Untuk mendukung program tersebut, Dinsos telah menyiapkan anggaran dan akan segera melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak penyedia yang responsif.
Dinsos juga menyiapkan program bantuan beras bagi masyarakat sesuai kemampuan keuangan daerah.
Meski sempat direncanakan penyaluran dua kali, yakni Maret dan Desember, pada tahun ini bantuan beras tetap disalurkan satu kali pada bulan Desember seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Pertimbangannya karena padatnya agenda daerah pada bulan Maret, sehingga penyaluran bantuan tetap dilakukan satu kali pada Desember,” katanya.
Dalam upaya penanganan stunting, Dinsos turut menjalankan program bantuan bagi ibu hamil dan anak usia dini hingga enam bulan. Program ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.
Terkait pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM), Korry menegaskan Dinsos tetap menjalankan program perlindungan sosial bagi kelompok rentan, seperti lanjut usia terlantar, penyandang disabilitas, dan masyarakat sangat miskin.
Bantuan yang diberikan meliputi permakanan, sandang, serta alat bantu bagi penyandang disabilitas, seperti alat bantu dengar dan tongkat, sesuai data kebutuhan yang dimiliki Dinsos.
Selain itu, program bagi komunitas adat terpencil juga terus berlanjut. Tahun ini, Dinsos akan melakukan asesmen langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
“Hasil asesmen akan kami laporkan ke Kementerian Sosial agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat di wilayah terpencil yang aksesnya masih terbatas,” pungkasnya. (ARS)

Tinggalkan Balasan