
Bonai mengapresiasi peran Ketua TP PKK Provinsi Papua sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Papua, Ny. Rafatul Mulkiyah (Eva Mathius Fakhiri), yang dinilai berhasil membangun kolaborasi strategis dengan Dekranas Pusat dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM Papua.
“Semoga kunjungan rombongan SERUNI ini membawa dampak positif bagi Papua. Mereka adalah istri para menteri, sehingga apa yang dilihat dan disampaikan di Papua bisa langsung diteruskan kepada kementerian terkait, khususnya untuk mendukung kebutuhan UMKM daerah,” ujar Bonai usai meninjau dan berbelanja di sejumlah stan UMKM.
Menurutnya, pelaku UMKM Papua masih membutuhkan pendampingan berkelanjutan, terutama dalam digitalisasi usaha dan pemasaran produk. Karena itu, ia menegaskan pentingnya peran dinas teknis untuk melakukan tindak lanjut pascapelatihan.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi dinas-dinas terkait. Jangan sampai pelatihan berhenti di sini saja, tetapi harus ada pendampingan lanjutan agar ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan,” tegasnya.
Bonai menilai, meskipun sejumlah produk UMKM Papua telah menembus pasar nasional hingga mancanegara, jumlahnya masih terbatas dibandingkan dengan potensi besar yang dimiliki daerah ini.
“Potensi UMKM Papua sangat besar dan perlu perhatian khusus. Dengan pelatihan peningkatan kapasitas ini, saya optimistis UMKM Papua akan semakin maju dan berkembang,” ujarnya.
Terkait perizinan usaha, Bonai menjelaskan bahwa proses legalisasi saat ini relatif mudah karena telah berbasis sistem daring, khususnya bagi pelaku usaha kecil.
“Masalahnya, masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami alur dan prosedur perizinan. Di sinilah pentingnya pelatihan agar mereka paham perizinan dan pemanfaatan teknologi digital,” jelasnya.
Ia berharap momentum pelatihan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku UMKM dan masyarakat Papua untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan daya saing usaha melalui pemanfaatan teknologi digital. (ARS)

Tinggalkan Balasan