LANGOWAN, KLIKJO.ID –
Praktik dugaan penyalahgunaan solar subsidi kembali menjadi sorotan di Sulawesi Utara.
Kali ini, perhatian publik tertuju pada SPBU Langowan, Kabupaten Minahasa. Media ini mendapati aktivitas pengisian solar subsidi ke dalam galon yang diduga dilakukan oleh orang luar SPBU, Minggu (31/5/2026) siang.

Pria tersebut mengenakan pakaian serba hitam, helm, dan masker. Penampilannya menyerupai “ninja” sehingga menarik perhatian warga yang berada di lokasi.

Yang menjadi pertanyaan, tugas pengisian BBM yang seharusnya dilakukan operator resmi SPBU justru diduga dijalankan oleh pihak lain.

Jika mengacu pada ketentuan distribusi BBM subsidi, pengisian ke dalam jeriken atau galon memiliki aturan khusus dan wajib memenuhi persyaratan administrasi serta pengawasan yang ketat.

Diduga Terkait Jaringan Mafia Solar.
Ketua Umum AMTI, Tommy Turangan SH, menyesalkan dugaan pelanggaran yang kembali terjadi di sektor distribusi BBM subsidi.
Menurut Tommy, praktik pengisian solar subsidi ke dalam galon kini dilakukan secara terbuka.

“Aduh, pengisian solar subsidi ke galon sudah terang-terangan. Yang lebih miris, bukan operator resmi yang melakukan pengisian, melainkan orang luar SPBU. Saya menduga orang tersebut bagian dari sindikat mafia solar,” ujar Tommy.

Ia menilai Sulawesi Utara saat ini berada dalam kondisi darurat mafia solar.
Menurutnya, tingginya kebutuhan bahan bakar untuk sektor industri dan pertambangan menjadi salah satu faktor yang memicu maraknya praktik penyalahgunaan BBM subsidi.

“Saat industri nikel berkembang dan aktivitas pertambangan meningkat, kebutuhan solar juga ikut melonjak. Situasi ini membuka peluang bagi oknum untuk mengumpulkan dan memperjualbelikan solar subsidi secara ilegal,” katanya.

Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan.
Tommy menegaskan, kejahatan di sektor migas sebenarnya dapat ditelusuri melalui rantai distribusi dan data transaksi.
Namun, dalam praktiknya, penindakan dinilai belum maksimal.

“Ada dugaan keterlibatan pihak-pihak yang memiliki pengaruh sehingga bisnis ilegal ini sulit disentuh. Saya sedang mengumpulkan data dan akan membawa laporan ini ke Jakarta untuk disampaikan langsung kepada pemerintah pusat,” tegasnya.

Ia berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat bertindak lebih serius dalam mengawasi distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran.

Pihak SPBU Belum Memberikan Klarifikasi.
Untuk menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan, media ini telah berupaya menghubungi pihak penanggung jawab SPBU Langowan melalui nomor WhatsApp 0813-xxxx-799.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun klarifikasi resmi terkait dugaan aktivitas pengisian solar subsidi tersebut.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak SPBU maupun instansi terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.