Foto: Ketua Umum Relawan Torang Prabowo-Gibran (Topan) 08, Tommy Pantow.(Ist)

JAKARTA, Klikjo.id —Memasuki dua tahun memimpin Indonesia. Presiden Prabowo Subianto dan Wapress Gibran, mencatat sejumlah capaian yang mendapat apresiasi Relawan Torang Prabowo-Gibran (Topan) 08.

Ketua Umum Topan 08 Tommy Pantow menilai kebijakan efisiensi anggaran dan pemulihan aset negara memberi dampak positif bagi masyarakat.

Menurut Tommy, langkah itu menunjukkan komitmen pemerintah menutup kebocoran ekonomi sekaligus mengembalikan manfaat pengelolaan negara kepada rakyat secara langsung.

“Hampir dua tahun, Presiden Prabowo telah mengukir catatan prestisius melalui efisiensi serta pemulihan aset negara,” kata Tommy.

Selain itu, konsolidasi pengadaan barang dan jasa pemerintah menghasilkan potensi penghematan anggaran hingga Rp360 triliun melalui sistem pengadaan.

Langkah efisiensi ini mencakup pembatasan rapat di hotel, pengurangan perjalanan dinas, serta pengetatan pengadaan alat tulis kantor (ATK).

Kemudian, pemerintah juga memperkuat pengawasan sektor pertambangan, lingkungan hidup, ekspor, serta pengelolaan badan usaha milik negara (BUMN).

Menurutnya, pemerintah sudah menutup sekitar seribu tambang ilegal, sementara kinerja PT Timah meningkat signifikan.

Selain itu, pemerintah sudah mengambil kembali sekitar 5,8 juta hektare lahan ilegal dengan nilai aset mencapai Rp371 triliun untuk negara.

Penambahan Pada Sektor Ekspor

Pada sektor ekspor, ada tambahan sekitar 6.500 transaksi dengan nilai mencapai USD5 miliar.

Sementara itu, setoran BUMN kepada negara meningkat dari Rp53 triliun menjadi sekitar Rp200 triliun dalam periode pemerintahan Prabowo.

“Bukan itu saja, restrukturisasi BUMN mencakup pembubaran 290 perusahaan tidak produktif dengan potensi penghematan hingga Rp50 triliun setiap tahun,” ujarnya.

Di sisi lain, laba PT Pertamina meningkat 86 persen pada semester pertama 2026 setelah pemerintah memperketat pengawasan kebocoran BBM.

Perkuat Program Kerakyatan

Selanjutnya, pemerintah memangkas rente subsidi sekitar Rp21 triliun per tahun serta rente bahan pokok hingga Rp313 triliun.

Pengalihan manfaat, menurut Topan 08, berlangsung melalui Koperasi Desa Merah Putih yang menyalurkan kebutuhan pokok kepada masyarakat.

“Program Ini, mencakup suplai LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, beras, serta sembako tanpa rantai perantara yang panjang,” katanya.

Namun, menurut Topan seluruh angka dan capaian ini merupakan data yang dari tim Topan 08 dalam menilai kinerja pemerintahan Presiden Prabowo.

Konsisten Kawal Program Pemerintah

Tommy menegaskan Topan 08 konsisten mengawal kebijakan Presiden Prabowo yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Kami akan berada di barisan paling depan untuk mendukung langkah Presiden Prabowo membawa Indonesia semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.

Menurut Tommy, hasil efisiensi dan penutupan kebocoran anggaran perlu untuk memperkuat program strategis yang langsung dirasakan masyarakat.

Program Pragib, antara lain menjaga stabilitas harga BBM dan listrik, sekaligus menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, pemerintah mendorong renovasi sekolah, pembangunan fasilitas kesehatan, bantuan bencana, serta pembangunan jembatan desa.

“Dengan demikian, Topan 08 berharap kebijakan efisiensi berlanjut dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai daerah,” tandasnya.(WEN/**)