Foto: Felly Estelita Runtuwene, Kepala BBPOM Manado Hermanto, dan Lurah Rumoong Bawah saat sosialisasi obat dan makanan aman. (WEN)
MINSEL, Klikjo.id —Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene SE menggelar sosialisasi dan edukasi obat dan makanan aman.
Kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) berlangsung di Aula Kantor Lurah Rumoong Bawah, Amurang Barat, Minsel pada Senin (10/8/2026).
Dalam kegiatan itu, Felly menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala BBPOM Manado Hermanto turut hadir memberikan penjelasan mengenai penggunaan obat secara tepat, aman, dan sesuai ketentuan.
Sosialisasi mengusung tema “Edukasi Obat dan Makanan Aman: Komitmen Bersama Komisi IX dan BBPOM Manado untuk Perlindungan Masyarakat.”
Kegiatan ini, dalam rangka reses perseorangan masa persidangan V Tahun Sidang 2025–2026.
Dalam sosialisasi, pers diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai pentingnya menggunakan obat sesuai aturan serta petunjuk tenaga kesehatan.
Selain itu, Felly mengingatkan kepada warga agar tidak sembarangan membeli atau mengonsumsi obat tanpa memahami jenis dan aturan penggunaannya.
Menurutnya, Obat bebas dapat dibeli tanpa resep dokter sesuai ketentuan, sedangkan obat bebas terbatas memiliki tanda khusus.
Sementara itu, obat keras wajib digunakan berdasarkan resep serta pengawasan dokter untuk mencegah risiko penggunaan yang keliru.
Ada Obat dengan Pengawasan Ketat
Berbeda dengan jenis lainnya, obat yang mengandung narkotika memiliki pengawasan lebih ketat karena berisiko menimbulkan ketergantungan.
Karena itu, masyarakat harus selalu membaca label, aturan pakai, peringatan, serta tanggal kedaluwarsa sebelum menggunakan obat.
Melalui edukasi ini, Komisi IX DPR RI bersama BBPOM Manado mendorong masyarakat semakin cerdas memilih obat.
Selain obat, masyarakat juga harus memperhatikan keamanan makanan sebelum membeli maupun mengonsumsinya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semikian, warga harus mampu melindungi diri sekaligus menjadi pengawas keamanan obat dan makanan di lingkungannya.
Di sisi lain, Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara wakil rakyat, BBPOM, pemerintah kelurahan, masyarakat, dan pers dalam sosialisasi kesehatan.
Harapannya, edukasi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk keamanan obat dan makanan serta mencegah risiko akibat penggunaan produk berbahaya.(WEN)

Tinggalkan Balasan