TOMOHON, Klikjo.id- Fenomena cuaca ekstrem El Nino yang memicu kemarau panjang selama empat bulan terakhir benar-benar membuat warga Kota Tomohon kelimpungan. Penurunan drastis volume air tanah membuat masyarakat mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Merespons kondisi krusial tersebut, Pemerintah Kota Tomohon langsung gerak cepat mengambil tindakan nyata. Melalui kebijakan resmi via Surat Sekretaris Daerah No 300.2/SEKR/805-BPBD, Pemkot Tomohon meluncurkan program bertajuk Gerakan Mapalus Kebutuhan Air Bersih (GeMa KASih). Aksi sosial yang melibatkan Keluarga Besar ASN Kota Tomohon ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 13 Oktober hingga 31 Oktober 2026 mendatang.
Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH menegaskan, program ini merupakan bentuk dukungan penuh pemerintah demi meringankan beban hidup masyarakat di tengah bencana kekeringan yang melanda.
“Kebutuhan air bersih tentu menjadi sangat krusial bagi masyarakat selang terjadinya musim kemarau panjang di tahun 2026 ini,” ungkap Caroll Senduk saat memberikan keterangan resmi pada Senin, (19/10/2026).
Lewat gerakan berbasis gotong royong alias Mapalus ini, armada Pemkot Tomohon dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih langsung ke kelurahan-kelurahan yang terdampak. Tidak tanggung-tanggung, kapasitas air yang dialokasikan mencapai 4.000 liter per hari untuk setiap kelurahan yang masuk dalam jadwal distribusi.
Caroll menjelaskan bahwa aksi nyata ini sengaja diinisiasi oleh korps ASN Kota Tomohon sebagai wujud empati dan kebersamaan dalam menyikapi krisis air bersih.
“Tujuan gerakan ini adalah untuk membantu dan memastikan kebutuhan masyarakat akan air bersih tercukupi. Hal ini juga merupakan bentuk aksi nyata dari Mapalus atau Gotong Royong Keluarga Besar ASN Kota Tomohon dalam kebersamaan menyikapi musim kemarau,” tambah sang Wali Kota.
Agar pembagian berjalan tertib dan tepat sasaran, teknis pelaksanaan di lapangan dikoordinasikan langsung dengan para Lurah setempat. Warga pun diimbau untuk memantau jadwal sosialisasi agar dapat memanfaatkan bantuan air bersih ini dengan sebaik-baiknya.
Melalui program GeMa KASih, Caroll menaruh harapan besar agar masyarakat Tomohon bisa tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan produktif. Pasokan air bersih ini juga diharapkan dapat menjaga standar kesehatan warga serta menekan pengeluaran ekonomi rumah tangga yang membengkak akibat membeli air komersial.
Di samping menyalurkan bantuan, orang nomor satu di Tomohon ini tidak lupa mengetuk kesadaran warganya. Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air, selalu menjaga kelestarian lingkungan sekitar, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang bisa memicu kebakaran lahan.
Menutup keterangannya, Caroll juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap optimis dan saling bahu-membahu menghadapi ujian cuaca ini.
“Mari berdoa bersama agar Kota Tomohon selalu dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dijauhkan dari bencana, musim kemarau panjang segera berakhir, dan diberikan hujan secukupnya untuk menjadi berkat bagi masyarakat Kota Tomohon,” pungkasnya.(REQ)

Tinggalkan Balasan