Disayangkan, Investasi Perumahan di Minahasa Diduga Terganggu Ulah Oknum Warga

Ilustrasi.

Manado, KLIKJO.ID–Perkembangan pembangunan di Sulut belakangan mandek akibat pandemi Covid 19. Namun hal itu tak menghalangi salah satu investor perumahan di Minahasa, tepatnya Desa Sea.


Kabar yang diperoleh, investasi yang dikembangkan investor lokal di desa tersebut diduga terganggu karena ulah oknum warga yang merasa tidak menginginkan atau tidak puas dengan pembangunan perumahan bersubsidi. Padahal, perusahaan telah mengantongi izin dari pemerintah.
Pihak pemerintah Kabupaten Minahasa telah melakukan peninjauan lokasi pada tanggal 16 April 2021 yang dipimpin oleh Asisten 1 dan asisten 2 Kabupaten Minahasa beserta perangkat SKPD menyatakan bahwa, pelaksanaan pembangunan perumahaan tersebut tidak bisa dihentikan karena sudah melalui prosedur yang ditetapkan dan segala bentuk perijinan pun sudah dimiliki oleh perusahaan.

Salah satu direktur perusahaan, Micky Rori mengatakan bahwa, investasi di masa perekonomian yang sulit ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan. “Kalau kita saja sebagai investor lokal diganggu sedemikian rupa, bagaimana dengan investor dari luar daerah yang ingin berinvestasi di Minahasa? Niat kami untuk berinvestasi sangat besar, yang juga juga bertujuan untuk mendukung program sejuta rumah presiden Jokowi,” ujar Rori.


Perusahaan mengharapkan perhatian dari pemerintah dan aparat keamanan khususnya Kepolisian. Sebab, belakangan ini perusahaan menghadapi masalah tersebut sendirian.”tentunya kami berharap adanya perhatian dari aparat keamanan, demi kelangsungan pembangunan dan perkembangan ekonomi warga sekitar,” tandas Rori sembari menambahkan tiga hari terakhir ini, masyarakat menutup jalan yang merupakan akses fasilitas umum.

Sementara pengamat perumahan Kamrin Tawi mengatakan, proses pembangunan perumahan yang telah memiliki legalitas izin, perlu mendapat perhatian dari pemerintah dan kepolisian. Sebab investasi seperti itu dalam beberapa waktu kedepan sangat bermanfaat bagi warga terutama peningkatan ekonomi. “Patut didukung karena perumahaan yang berkembang merupakan hal yang sangat menguntungkan bagi daerah, warga dan ekonomi,” pungkas Tawi.(lan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.