Foto : Program Tanam Jagung di lahan tidur
SENTANI, KLIKJO.ID–Masyarakat adat di Sentani mendukung Pemerintah Kabupaten Jayapura menggalakan program tanam jagung hibrida. Rabu (27/7/2022) dilakukan penanaman perdana melibatkan perwakilan Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama Toko Adat, TNI – POLRI, BPTP Papua, pimpinan kampus STIPER dan kepala Distrik Waibu.
Orgenes Kaway selaku Ondoavi mewakili tokoh Adat mengatakan, mendukung program tanam jagung yang melibatkan masyarakat adat dan tujuannya mensejahterakan masyarakat.
“Selaku Ondoavi berterima kasih kepada Presiden RI Jokowi memilih Papua dengan program tanam jagung.
Dan kepada dinas terkait tolong kerja kontinu apalagi masyarakat adat butuh bimbingan dalam hal pertanian,”tutur Kaway.
Sementara Neil Aiwoy, kordinator Papua Muda Inspiratif (PMI) Provinsi Papua, mengatakan menggandeng Pemerintah Daerah dan Tokoh Adat yang berwenang di Kampung Kwadeware Distrik Waibu Kabupaten Jayapura untuk mengolah lahan seluas 40 hektare untuk tahap awal, dari total 83,62 hektare lokasi lahan yang disiapkan.
“Lokasinya di samping GOR HMS Toware, program ini untuk jangka panjang, tujuannya menambah penghasilan masyarakat adat dimana kami adakan tanam bulanan,” ujarnya.
Kegiatan bongkar lahan dan tanam bibit jagung diawasi BINDA Papua, tujuan utama dari Papua mudah Inspiratif melakukan kegiatan bongkar lahan tidur menjadi bermanfaat buat kemajuan perekonomian masyarakat kampung adat yang selama puluhan tahun hanya menjadi lahan “tidur”.
“Sebagai Papua Mudah Inspiratif untuk lahan ini seperti Tanam jagung yang jangka waktu panen 3 bulan saja berarti dalam satu tahun bisa 4 kali panen,” .kata Neil Aiwoy
Sebelum PMI sudah berkomunikasi dengan semua lembaga terutama lewat lembaga kementerian pertanian untuk membantu pengadaan bibit begitu juga dari pemerintah Kabupaten Jayapura melalui dinas Pertanian tanaman pangan dan Holtikultura sudah mendistribusikan bibit.
Tahap pertama dimulai 10 hektare dengan memakai bibit unggul Hibrida jangka panennya 110. Namun kami ragukan waktu tidak cukup untuk mensukseskan kegiatan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) yang akan dilaksanakan Oktober nanti maka kami pakai untuk 10 hektare pertama dengan bibit unggul Hibrida yang jangka panen 90 hari.
“Asumsi kami, ketika kegiatan KMAN
Pada Oktober, akan dibuka Presiden Jokowi, sekaligus panen jagung perdana hasil dari Kelompok Tani Masyarakat Adat di lahan ini,” ujarnya.
Dia menambahkan atas nama PMI berterima kasih kepada Pemkab Jayapura dan Kementerian juga kepala suku, dan Ondoavi Kampung Kwadewar, Doyo Lama, Doyo Baru yang memberikan kesempatan untuk membantu pemberdayaan masyarakat Adat lebih maju didalam bertani.
“Tanpa peran Ondoavi program ini tidak Akan berjalan. Dukungan Ondoavi sangat berpengaruh dan berdampak bagi PMI dan Kelompok Tani serta masyarakat adat,” Tutup Aiwoy.(Arifin)

Tinggalkan Balasan