Setahun Kepemimpinan Hadirkan Layanan Jemput Bola
Foto: Kapus Waibhu, Fransina Dike S.KM
SENTANI, Klikjo.id –Kepala Puskesmas (Kapus) Waibhu, Fransina Dike S.KM, berhasil mengaktifkan Unit Gawat Darurat (UGD) beroperasi 1 X 24 jam.
Selain itu, ada juga gebrakan dengan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat menghadirkan layanan jemput bola.
Ini merupakan prestasi meningkatkan pelayanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat Distrik Waibhu, Jayapura.
Bahkan semenjak pelantikan Kapus Waibhu pada 5 Juni 2025, Fransina fokus membenahi sistem pelayanan. Dengan memperluas akses kesehatan, serta meningkatkan kualitas layanan bagi warga.
“Awalnya, pelayanan UGD 24 jam belum berjalan baik. Sekarang aktif kembali, sehingga pelayanan kesehatan bisa kapan saja, siang maupun malam,” kata Fransina kepada wartawan di Sentani, Selasa (16/6/2026).
Tak hanya UGD, Puskesmas Waibhu juga mengoperasikan layanan persalinan selama 24 jam.
Sehingga, melalui layanan ini, ibu hamil dapat memperoleh pertolongan persalinan kapan saja tanpa harus menunggu jam kerja.
“Jadi kapan pun ibu hamil membutuhkan pertolongan persalinan, bisa langsung datang ke Puskesmas Waibhu,” ujarnya.
Langkah ini penting untuk meningkatkan akses layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah Distrik Waibhu.
Di sisi lain, Fransina juga mendorong penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) secara menyeluruh hingga ke tingkat posyandu.
“Pelayanan ILP sekarang sudah sampai ke posyandu sehingga pelayanan kesehatan masyarakat menjadi lebih terintegrasi,” jelasnya.
Integrasi Layanan dan Poliklinik Sore Jawab Kebutuhan Warga
Menurutnya, integrasi layanan akan memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan berkelanjutan.
Inovasi lain yang mendapat respons positif masyarakat adalah pembukaan layanan poliklinik sore.
Sebelumnya, pelayanan poliklinik hanya pada pagi hari. Kini masyarakat yang memiliki kesibukan pada siang hari tetap dapat mengakses layanan kesehatan pada sore hari.
“Pelayanan kesehatan sekarang tidak hanya pagi, tetapi juga sore hari agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan,” katanya.
Selain itu, Puskesmas Waibhu juga mengaktifkan layanan Pustu 24 jam yang berlokasi di lingkungan Kantor Distrik Waibhu.
Program ini, berkat dukungan Kepala Distrik Waibhu yang meminjamkan rumah dinasnya sebagai fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kami berkoordinasi dengan Kepala Distrik Waibhu. Dan beliau dengan sukarela meminjamkan rumah dinasnya sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat,” ungkap Fransina.
Selain memperkuat pelayanan di fasilitas kesehatan, Puskesmas Waibhu juga mengembangkan program pelayanan kesehatan door to door.
Melalui program jemput bola ini, tenaga kesehatan mendatangi langsung rumah warga untuk memberikan pelayanan kesehatan.
“Pelayanan door to door untuk masyarakat yang memiliki keterbatasan akses tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal,” ujarnya.
Sarana dan Peralatan Penunjang
Fransina juga melakukan berbagai pembenahan dengan melengkapi kebutuhan peralatan elektronik yang sebelumnya belum memadai.
Menurutnya, ketersediaan sarana penunjang sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pelayanan dan kinerja tenaga kesehatan.
“Puji Tuhan, saat ini berbagai peralatan elektronik untuk mendukung pelayanan dan pekerjaan staf sudah ada,” katanya.
Bukan itu saja, Fransina menegaskan seluruh kebijakan tetap memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan. Dalam hal ini hak dan jasa medis petugas yang memberikan pelayanan hingga malam hari.
Dengan demikian, Puskesmas Waibhu kini semakin memperkuat perannya dalam pelayanan kesehatan yang cepat, dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Jayapura.(ARS)

Tinggalkan Balasan