Foto: Gubernur Papua Matius D. Fakhiri bersama Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen menemui korban kebakaran di Stadion Mandala, Jayapura. (Ist)
JAYAPURA, Klikjo.id — Malam belum benar-benar berakhir ketika Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendatangi ribuan warga korban kebakaran di Kota Jayapura.
Sebanyak 3.200 warga kini mengungsi di tenda darurat belakang Stadion Mandala, setelah kebakaran melanda permukiman pada Senin (31/8/2026) malam.
Fakhiri datang bersama Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen pada Selasa (1/9/2026) dini hari untuk melihat langsung kondisi para pengungsi.
Di tengah suasana sedih, keduanya menyapa warga sekaligus memastikan pemerintah hadir setelah api melalap ratusan rumah penduduk.
Warga tidak hanya kehilangan tempat tinggal. Namun, banyak keluarga juga kehilangan harta benda akibat kebakaran yang melanda kawasan permukiman itu.
Karena itu, pemerintah provinsi memastikan kebutuhan dasar warga selama berada di lokasi pengungsian mendapat perhatian serius.
Melalui Aryoko, Fakhiri menyampaikan keprihatinan dan menegaskan pemerintah akan menangani dampak kebakaran secara menyeluruh.
“Penanganan pascakebakaran tidak hanya menyangkut pembersihan lokasi, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat,” kata Aryoko.
Pendataan Korban Secara Akurat
Selanjutnya, pemerintah perlu mendata seluruh korban secara akurat agar bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran sesuai kebutuhan setiap keluarga.
“Data ini penting sebagai dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan dan penyaluran bantuan,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, kebakaran berdampak terhadap sekitar 560 kepala keluarga dengan jumlah korban mencapai 3.200 jiwa.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang untuk memastikan sumber dan kronologi kejadian.
Pemerintah Provinsi Papua juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jayapura serta instansi teknis.
Koordinasi mencakup kebutuhan pengungsian, pendataan korban, distribusi bantuan, hingga proses pemulihan setelah masa darurat berakhir.
Aryoko berharap warga tetap kuat menghadapi musibah tersebut. Ia juga memastikan pemerintah terus mendampingi warga selama proses penanganan.
Kehadiran Fakhiri dan Aryoko pada dini hari menjadi penanda bahwa pemerintah Papua turun langsung menemani warga menghadapi masa sulit.
Kini, ribuan korban masih bertahan di tenda darurat. Mereka menunggu bantuan sekaligus kepastian tentang langkah pemulihan kehidupan setelah kebakaran.(ARS)

Tinggalkan Balasan