Foto: Bupati Jayapura Dr Yunus Wonda SH, MH, di lokasi persiapan FDS XV, Kalkote, Rabu (2/9/2026).(ARS)
SENTANI, Klikjo.id – Bupati Jayapura Yunus Wonda mengajak masyarakat menyikapi kritik pembangunan dengan pikiran positif dan masukan konstruktif.
Ini dikatakan Bupati Wonda kepada wartawan di sela persiapan perampungan lokasi Festival Danau Sentani (FDS) XV, di Kalkote, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, kritik dan perbedaan pandangan wajar dalam proses pembangunan daerah.
Namun, ia berharap kritik tidak berhenti pada penilaian negatif, melainkan menghadirkan masukan yang membantu pemerintah mencari solusi.
“Kita harus berpikir positif. Kondisi investasi dan ekonomi ini sudah berubah,” ujar Yunus.
Karena itu, pemerintah mendorong berbagai kegiatan daerah agar mampu menciptakan perputaran ekonomi dan membuka peluang bagi masyarakat.
Yunus menegaskan, FDS XV tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang bagi masyarakat memperoleh manfaat ekonomi.
“Banyak orang bisa mengambil bagian. Itu target pertemuan dan perputaran ekonomi, supaya mereka bisa dapat manfaat,” katanya.
Menanggapi kritik, Yunus menegaskan tidak menyimpan dendam kepada masyarakat yang berbeda pandangan.
Bahkan, ia mengaku tetap tenang meski menerima kritik keras, bahkan cacian dan makian terkait kebijakan pemerintah.
“Saya sebagai bupati, apa pun yang orang mau ngomong tentang saya, saya tetap damai,” tegasnya.
Menurut Yunus, seorang pemimpin harus siap menerima berbagai respons masyarakat, bahkan ketika kebijakannya mendapat penolakan.
Karena itu, ia memilih menerima kritik sebagai bagian dari tanggung jawabnya memimpin Kabupaten Jayapura.
Yunus juga meminta masyarakat tidak menyalahkan panitia apabila ada kekurangan dalam pelaksanaan FDS XV.
“Kalau tidak senang, jangan salahkan panitia. Salahkan bupati. Saya bupati yang salah,” ungkap Yunus.
Pernyataan ini sekaligus menunjukkan kesediaannya bertanggung jawab pada pelaksanaan kegiatan dan berbagai program pemerintah daerah.
Fokus Bangun Kabupaten Jayapura
Selanjutnya, Yunus mengajak masyarakat ikut menjaga semangat pembangunan melalui kerja sama dan pandangan yang konstruktif.
Menurutnya, pemerintah tidak mampu bekerja sendiri tanpa dukungan serta partisipasi masyarakat dalam menjalankan pembangunan daerah.
Ia berharap perbedaan pandangan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan, bukan penghambat pembangunan.
“Kalau kita terus berpikir negatif, kita tidak bisa buat apa-apa. Mari berpikir positif untuk memajukan daerah,” tegasnya.
Selain itu, Yunus melihat berbagai kegiatan sebagai peluang meningkatkan ekonomi, investasi, pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Karena itu, ia mengajak masyarakat bersama pemerintah membangun Kabupaten Jayapura dengan optimisme dan semangat kebersamaan.
“Sekali lagi, yang penting kita bersama-sama berpikir positif. Dan membangun Kabupaten Jayapura, ke arah yang lebih baik untuk kesejahtaraan masyarakat,” pungkas Yunus.(ARS)

Tinggalkan Balasan