Foto: Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda SH, MH.
SENTANI, Klikjo.id — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka batal menghadiri pembukaan Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026.
Kepastian ini disampaikan Bupati Jayapura Dr Yunus Wonda di lokasi pelaksanaan FDS XV, pada Rabu (2/9/2026).
Menurut Yunus, Wapres Gibran batal hadir karena harus menjalankan agenda kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan.
Sebagai gantinya, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati akan membuka puncak FDS XV 2026.
Sementara itu, puncak FDS XV akan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 3–5 September 2026.
“Pra festival sudah selesai. Sekarang kita akan tiba di puncak acara Festival Danau Sentani selama tiga hari,” kata Yunus.
Selanjutnya, Yunus mengajak masyarakat Kabupaten Jayapura tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan FDS XV.
Ia juga meminta para Ondofolo dari 19 distrik hadir dan bersama-sama menyukseskan festival budaya.
Menurut Yunus, FDS bukan sekadar agenda pemerintah Kabupaten Jayapura, tetapi juga ruang masyarakat menampilkan kekayaan budaya.
Selain itu, festival menjadi momentum memperkenalkan adat, seni, kuliner, kerajinan, serta potensi ekonomi masyarakat setempat.
“Untuk masyarakat, Ondofolo yang ada di semua wilayah Kabupaten Jayapura dan 19 distrik, kita tetap hadir,” ujarnya.
Karena itu, Yunus berharap masyarakat memanfaatkan FDS XV untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya dan adat masyarakat Papua.
“Kita tampilkan budaya kita, adat kita. Saya harap besok akan banyak orang hadir,” katanya.
FDS XV 2026 mengusung tema “Budayaku adalah Hidupku” dan menghadirkan beragam atraksi seni serta budaya.
Selain pertunjukan, pengunjung dapat menikmati kuliner khas Papua, kerajinan lokal, dan berbagai kegiatan pariwisata.
Harapannya, FDS XV mampu memperkuat promosi pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat Kabupaten Jayapura.
Dengan demikian, seluruh rangkaian puncak festival berlangsung aman, meriah, sukses, dan mendapat dukungan penuh masyarakat.
Bahkan, Festival ini sekaligus menjadi momentum bersama untuk menjaga budaya Sentani serta mengembangkan potensi pariwisata Kabupaten Jayapura. (ARS)

Tinggalkan Balasan