Dorong Warga Tangguh Bencana
Foto: Asisten II Dr Abdul Rahman Basri S.Sos, M.KP, mewakili Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda SH, MH, membuka Sekolah Lapang BMKG.(ARS)
SENTANI, Klikjo.id –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menyambut Sekolah Lapang BMKG untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana dan ketahanan pangan masyarakat.
Sponsor kegiatan BBMKG Wilayah V Jayapura, berlangsung di salah satu hotel Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (29/9/2026).
Program itu menggabungkan Sekolah Lapang Gempabumi, Sekolah Lapang Iklim, dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan sekaligus.
Ketiganya mengusung tema “Masyarakat Tangguh Bencana, Mandiri Pangan, dan Nelayan Sejahtera: Aksi Nyata Sekolah Lapang BMKG Papua.”
Selanjutnya, Asisten II Setda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri membuka kegiatan melalui pemukulan tifa mewakili Bupati Yunus Wonda.
Bupati melalui Abdul Rahman mengatakan, pemerintah menilai kegiatan ini strategis bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Sebab, program BMKG membantu masyarakat memahami informasi bencana, perubahan cuaca, serta kondisi iklim secara lebih baik.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayapura dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Komisi V DPR RI dan BMKG,” ujarnya.
Menurut pemerintah daerah, tema kegiatan bukan sekadar slogan, tetapi menjadi bagian penting membangun ketahanan wilayah secara menyeluruh.
Karena itu, dapat mendorong masyarakat memahami informasi peringatan dini BMKG dan segera mengambil tindakan ketika bencana.
“Khusus menghadapi gempa bumi, masyarakat harus mampu mengolah informasi peringatan dini menjadi tindakan evakuasi cepat dan tepat.”
Bangun Komunitas Siaga
Dengan demikian, harapannya masyarakat membangun komunitas yang siaga, tanggap, serta tangguh menghadapi risiko bencana gempabumi.
Sementara itu, Sekolah Lapang Iklim memberikan pengetahuan kepada petani mengenai kondisi iklim dan pola tanam adaptif.
Pengetahuan ini penting karena perubahan cuaca dapat memengaruhi produktivitas pertanian sekaligus ketahanan pangan Kabupaten Jayapura.
Kemudian, Sekolah Lapang Cuaca Nelayan membekali nelayan dengan kemampuan membaca informasi cuaca maritim dan tinggi gelombang.
Dengan informasi ini, nelayan dapat menentukan waktu melaut secara lebih aman sekaligus meningkatkan peluang memperoleh hasil tangkapan.
Abdul Rahman juga menekankan pentingnya sinergi BMKG, pemerintah daerah, akademisi, instansi teknis, media, serta masyarakat.
Selain itu, jaringan sensor cuaca, iklim, dan gempabumi perlu diimbangi peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Tujuannya agar memanfaatkan informasi BMKG secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 134 peserta mengikuti kegiatan, mulai dari pemerintah, aparat, tenaga kesehatan, pendidikan, pelaku usaha, serta masyarakat.
Karena itu, seluruh peserta harus memanfaatkan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko.
“Jadilah agen perubahan di lingkungan masing-masing untuk menyebarluaskan ilmu dan keterampilan yang didapat,” pesan Abdul Rahman.
Dengan demikian, sudah ada tiga program Sekolah Lapang BMKG di Kabupaten Jayapura Tahun 2026. (ARS)

Tinggalkan Balasan