
Perkemahan : Pembukaan Kemah Ukhuwah Wilayah II Sakoda Papua, Jaringan Sekolah Islam Terpadu, di Lapangan Rugby Lanud Silas Papare Papua, di Distrik Waibu Kabupaten Jayapura.(Foto: Ars)
JAYAPURA, Klikjo.id –Satuan Komunitas Pramuka menggelar Kemah Wilayah ( Kemwil) SIT Papua Tahun 2024. Upacara Pembukaan Kemah Ukhuwah Wilayah II Sakoda Papua digelar Minggu (10/11/2024), kegiatan akan berlangsung tiga hari mulai Minggu sampai dengan Rabu (10 – 13/11/2024). Dikoordinir jaringan sekolah Islam terpadu, dan sebagai pelaksana komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu, lokasi di Lapangan Rugby Lanud Silas Papare Papua, Distrik Waibu Kabupaten Jayapura.
Ketua satuan komunitas pramuka SIT Papua Teguh Riyanto, S.Pd., mengatakan, kegiatan Kemwil Satuan Komunitas Pramuka SIT Papua 2024 berlangsung tiga hari, selaku ketua panitia Dalilatul Khoiriyah, S. Pd., dan bertindak sebagai pembina upacara, Idris Khan juga sebagai sekretaris Kwarda Papua. Kegiatan ini diikuti 741 peserta ditambah panitia total 840 peserta plus panitia.
“Peserta terdiri dari SMP Insan cendikia, SDIT Insan cendikia, SMPIT Korota ayun, SDIT Korota Ayun, SMP, SDIT Asalam. Ada juga utusan dari luar Jayapura seperti Merauke, Iptusinah dan Lukmanulhakim, Nabire ada yayasan Insan Mandiri, Kimika ada Asalam Timika,” ucap Teguh kepada wartawan diselah-selah kegiatan pada Senin (11/11/2024).
Dia menambahkan, kema ini akan melakukan berbagai kegiatan yang sifatnya budaya lokal, menekok sagu akan dilakukan di Dusun Sagu Sereh dan WWF sebelahnya. Selain itu akan membagi dua sesi pagi sampai siang peserta putri dan siang sampai sore peserta putra, dan padan10 November kegiatan merajuk noken.
“Kami akan lakukan kegiatan penjelajahan Outbound di hutan sekitar Lanud Silas Papare sebelah lapangan tembak laras panjang,” jelasnya. Dia menambahkan, tujuan kegiatan, agar anak-anak bisa menghargai budaya lokal.
Selain itu, anak SIT diharapkan memiliki jiwa kesatria, berani dan bertanggung jawab dan tidak lemah didalam mental. Tentu kegiatan ini jangan sampai ada generasi lemah, Itu suatu pesan generasi harus dididik menjadi kuat dan melanjutkan estafet perjuangan Dakwah di wilayah Papua, Agar mereka menjadi teladan contoh kebaikan.
“Ini kehiatan rutin empat tahunan, sebelumnya pada 2016 di Rindam XVII Cendrawasih Ifargunung, dan seharusnya kegiatan berikutnya 2021, namun karena waktu itu COVID-19. Bersyukur tahun ini bisa digelar.(ARS)

Tinggalkan Balasan