Demo : Ratusan masyarakat adat Distrik Yapsi dan Kaureh melakukan aksi damai depan Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit milik PT Sinarmas di Lereh, Sabtu (8/11/2025).(Foto ARS)

SENTANI, Klikjo.id —Ratusan masyarakat adat dari sejumlah kampung di Distrik Kaureh dan Yapsi, Kabupaten Jayapura, menggelar aksi demonstrasi damai di depan pintu masuk Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit milik PT Sinarmas, di Lereh, Sabtu (8/11/2025).

Dalam aksi itu, warga membentangkan berbagai pamflet berisi tuntutan keadilan dan transparansi pengelolaan tanah ulayat yang telah dikuasai perusahaan selama puluhan tahun.

Berikut Tuntutan Masyarakat Adat..

Aksi  diikuti perwakilan dari 12 suku dari dua distrik t dikawal  aparat keamanan perusahaan serta personel gabungan TNI dan Polri.

Tokoh adat Distrik Kaureh, Nimbrod Yamle, menjadi orator utama dalam aksi itu. Ia menegaskan bahwa selama lebih dari tiga dekade perusahaan beroperasi, masyarakat adat tidak pernah memperoleh kejelasan status tanah ulayat mereka.

“Sudah 30 tahun tanah kami digunakan, tapi kami tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan. Kebun plasma pun tidak ada kejelasan. Sekarang perusahaan malah ingin menambah luas lahan tanpa kesepakatan,” tegas Nimbrod.

Ia juga menyoroti minimnya keterlibatan masyarakat lokal dalam perekrutan tenaga kerja di perusahaan tersebut.

“Kami ingin bertemu langsung dengan CEO PT Sinarmas. Pimpinan di sini sudah tidak bisa dipercaya,” ujarnya disambut teriakan “Setuju!”  para demonstran.