Orang Tua Mengeluh Soal Sistem Online

Foto: Ketua DPRK Jayapura, Ruddy Bukanaung SE

SENTANI, Klikjo.id  –Ketua DPRK Jayapura, Ruddy Bukanaung SE, mendesak pihak sekolah jenjang SMP. Agar, membuka pendaftaran offline untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Ia menjelaskan bahwa, kebijakan ini sebagai solusi atas kendala dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

“Banyak keluhan orang tua yang tidak sempat menginput data karena pendaftaran online sangat singkat,” ujarnya di ruang kerja,  Senin (29/6/2026).

Harapannya, pihak sekolah juga membuka kesempatan pendaftaran secara offline agar anak-anak yang belum mendaftar tetap memiliki peluang memperoleh pendidikan.

Menurutnya lagi, sekolah perlu memberikan alternatif pendaftaran offline, bagi masyarakat yang mengalami kendala jaringan maupun penggunaan internet.

Selain itu, Ruddy meminta pihak sekolah bersikap transparan dengan kuota atau daya tampung siswa baru.

Ia menilai transparansi kuota akan membantu masyarakat mengambil keputusan lebih cepat apabila sekolah tujuan sudah tidak menerima peserta didik.

“Kalau memang kuotanya sudah penuh, sampaikan saja kepada masyarakat. Dengan begitu orang tua bisa segera mengambil keputusan dan mencari alternatif sekolah lain” tegasnya.

Ruddy memastikan DPRK Jayapura akan menindaklanjuti persoalan ini melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama komisi terkait.

Selanjutnya, akan melakukan evaluasi untuk mencari solusi agar pelaksanaan SPMB berjalan lebih baik, transparan, dan tidak merugikan masyarakat.

Selain itu,  pendaftaran berbasis online masih menghadapi  kendala, mulai dari keterbatasan akses internet hingga rendahnya literasi digital.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Sentani Murni S.Pd, M.Pd, menegaskan proses SPMB Tahun Ajaran 2026 , sesuai kuota. Selain itu mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

“Kami bergerak sesuai kuota  sekolah. Berdasarkan juknis dan aturan yang berlaku, kami hanya menerima  352 siswa,” ujarnya kepada wartawan Klikjo.id, Selasa (30/6/2026).

Murni menjelaskan akn memproses  pendaftar, baik melalui jalur online maupun offline,  setelah masa pendaftaran berakhir. 

Sementara  itu, jadwal pengumuman Hasil seleksi  pada 6 Juli 2026. Selanjutnya,  proses seleksi melalui tes tulis dan verifikasi berdasarkan empat jalur penerimaan, yaitu domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi orang tua.

Untuk jalur domisili, sekolah memprioritaskan calon peserta didik yang tinggal paling dekat dengan lingkungan sekolah. Sementara itu, calon siswa dari luar wilayah tetap dapat mengikuti seleksi melalui jalur lain sesuai persyaratan yang berlaku.(ARS)