Foto: RTD PWI Minsel, Permata Amurang bersama Forkom membahas peluang Kota Amurang sebagai calon DOB.(Ist)
AMURANG, Klikjo.id –Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Minahasa Selatan (Minsel), GAMKI dan Permata Amurang menggelar Round Table Discussion (RTD).
Kali ini, membahas peluang Kota Amurang menuju Daerah Otonomi Baru (DOB). Berlangsung Jumat, (18/9/2026), mulai pukul 12.30 WITA, di Aula Serbaguna KPU Minsel.
Tema “Menakar Peluang Kota Amurang Ditinjau dari Kemandirian Fiskal”, dengan menghadirkan berbagai unsur masyarakat.
Forum ini melibatkan Forkom PKA, Permata Amurang, tokoh masyarakat, pemuda, akademisi, pers, DPRD, praktisi, serta pelaku ekonomi.
Ketua Permata Amurang, Donny Tampemawa SH, MH, sebagai salah satu narasumber memparkan peluang fiskal Kota Amurang untuk kesejahtereraan keluarga.
Selain itu, Ketua Forkom PKA Boy Tumiwa SH, turut menjadi narasumber untuk menyampaikan perspektif masyarakat mengenai kesiapan dan rencana pembentukan DOB Kota Amurang.
Buka itu saja, narasumber juga membahas potensi ekonomi, kemandirian fiskal, sumber pendapatan, serta kebutuhan pembangunan apabila Amurang menjadi DOB.
“Melalui forum ini, peserta membahas kesiapan dan peluang Amurang sebagai CDOB, khususnya dari perspektif kemandirian fiskal,” ujar Donny.
Potensi Pendapatan Daerah
Selain itu, juga menyoroti potensi ekonomi, sumber pendapatan daerah, pengelolaan keuangan, serta kebutuhan pembiayaan pelayanan publik.
Sementara itu, Penasehat PWI Minsel, sekaligus Wakil Ketua PWI Provinsi Sulut Doglas Panit S.Ip bertindak sebagai host RTD.
Menurutnya, Kementerian Keuangan menyebut potensi ekonomi dan keuangan daerah menjadi bagian dari penilaian kapasitas daerah calon Daerah Persiapan.
Penilaian antara lain mencakup pertumbuhan ekonomi, potensi unggulan, kapasitas PAD daerah induk, potensi PAD calon daerah persiapan, serta pengelolaan keuangan dan aset.
Sementara itu, UU Nomor 23 Tahun 2014 mengatur bahwa pembentukan daerah perlu mempertimbangkan kemampuan ekonomi, potensi daerah, kependudukan, wilayah, serta aspek sosial dan pemerintahan.
Karena itu, dia mengarahkan pembahasan RTD untuk melihat peluang Amurang secara terukur, dengan kemampuan fiskal dan potensi ekonominya.
Sebanyak 20-an peserta undangan dari berbagai unsur masyarakat, antar lain, Boy Tumiwa BSC, Ir. Franky Lelengboto, Sonny Sariowan, Jecky Wauran, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pelaku ekonomi.
Dari unsur pers, Devy Karamoy dari PWI Minsel, serta Andris Pattyrane sebagai tokoh pers dan Aloisius Petrus yang juga tokoh masyarakat Tatapaan.
Forum membahas tiga fokus utama, yakni potensi ekonomi, sumber pendapatan, serta kemampuan pembiayaan pelayanan publik calon Kota Amurang.
Selain itu, peserta bertukar pandangan mengenai tantangan kemandirian fiskal dan kebutuhan pembangunan apabila pembentukan DOB berlanjut.
Harapannya, RTD menjadi ruang diskusi konstruktif untuk memperkaya kajian mengenai peluang Kota Amurang sebagai calon DOB.
Pembahasan itu juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan perspektif masyarakat, pemuda, pers, akademisi, legislatif, pelaku usaha, dan organisasi kemasyarakatan.(WEN/**)

Tinggalkan Balasan