Foto: Tommy Pantow alias Topan.(Ist)
MANADO, Klikjo.id –Tommy Pantow alias Topan 08 terus mencuri perhatian melalui gerakan sosial, organisasi kemasyarakatan, hingga aktivitas politik Sulawesi Utara (Sulut).
Pria asal Minahasa Selatan itu membangun kiprahnya dari akar rumput, jauh sebelum dinamika politik nasional semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Sejak 2017, Topan dipercaya memimpin Laskar Manguni Indonesia (LMI) Minahasa Selatan, kemudian kembali terpilih secara aklamasi pada 2021.
Sebelumnya, pada 2018, Topan aktif mengawal kasus hukum proyek pemecah ombak bersama LMI Minahasa Selatan secara terbuka.
Selain itu, kepedulian sosialnya terlihat melalui penyaluran bantuan kepada korban banjir Sangihe serta masyarakat terdampak bencana berbagai wilayah.
Kemudian, menjelang Pemilu Presiden 2024, Topan mengambil langkah politik dengan mendirikan Torang Prabowo-Gibran atau TOPAN 08.
Dalam organisasi tersebut, Topan dipercaya sebagai Ketua Umum dan membawa aspirasi pendukung dari Sulawesi Utara menuju panggung politik nasional.
Menariknya, setelah Pilpres 2024 berakhir, aktivitas TOPAN 08 tidak berhenti dan justru berlanjut melalui berbagai kegiatan kemanusiaan.
Pada akhir 2025, TOPAN 08 menyalurkan ratusan paket sembako kepada lansia, penyandang disabilitas, janda, serta duda di dua daerah.
Bantuan tersebut menyasar masyarakat Minahasa Tenggara dan Minahasa Selatan sebagai bagian dari gerakan sosial organisasi setelah kontestasi politik.
Kepedulian Sosial
Selanjutnya, kepedulian sosial TOPAN 08 berlanjut pada Idul Adha 2026 melalui distribusi 18 ekor sapi kurban.
Bantuan kurban tersebut disalurkan ke berbagai pelosok Sulawesi Utara, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam kegiatan sosial masyarakat.
“Gerakan ini lahir dari kepedulian. TOPAN 08 tidak hanya hadir saat kontestasi politik,” kata Topan.
Menurutnya, organisasi tersebut harus tetap berada bersama masyarakat, baik ketika menghadapi kesulitan maupun saat menikmati kebahagiaan bersama.
Sementara itu, perjalanan politik Topan semakin terlihat setelah Pilgub Sulawesi Utara 2024 dan kedekatannya dengan pemerintahan provinsi.
Dalam sejumlah kesempatan, Topan terlihat mendampingi Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling dalam berbagai agenda kunjungan kerja daerah.
Selain mendampingi agenda pemerintahan, Topan turut menyuarakan dukungan terhadap program strategis daerah, termasuk pengembangan konektivitas sektor pariwisata.
Meski semakin dekat dengan lingkar pemerintahan, Topan tetap mempertahankan sikap kritis terhadap berbagai persoalan penegakan hukum.
Ia juga menyatakan dukungan kepada Polda Sulut untuk mengusut dugaan korupsi secara tuntas dan tanpa tebang pilih.
Sikap tersebut menunjukkan kesinambungan antara aktivitas sosial, organisasi kemasyarakatan, serta kepeduliannya terhadap persoalan hukum daerah.
Kini, perjalanan Tommy Pantow menjadi gambaran figur penggerak yang membangun pengaruh melalui masyarakat, relawan, aksi sosial, dan politik.
Tanpa menduduki kursi parlemen, Topan berupaya membangun jembatan antara aspirasi masyarakat, gerakan kemanusiaan, serta dinamika politik Sulawesi Utara.
Karena itu, kiprahnya menjadi catatan menarik mengenai keberlanjutan gerakan relawan setelah berakhirnya sebuah kontestasi politik nasional.

Tinggalkan Balasan