Foto: Tommy Pantow alias Topan, Ketua Umum TOPAN 08.(Ist)
MANADO, Klikjo.id —Nama Tommy Pantow alias Topan mewarnai dinamika organisasi kemasyarakatan dan politik di Sulawesi Utara.
Meski belum berada di barisan utama politik formal, Topan membangun pengaruh melalui organisasi, aksi sosial, serta gerakan relawan.
Pria asal Minahasa Selatan itu memulai kiprahnya dari akar rumput melalui berbagai aktivitas organisasi kemasyarakatan.
Pada 2018, Topan tampil dalam pengawalan kasus hukum proyek pemecah ombak yang menjadi perhatian masyarakat Minahasa Selatan.
Saat itu, ia menyuarakan komitmen organisasi untuk mengawal proses hukum dan memperjuangkan keadilan.
Kemudian, pada 2021, Topan dikukuhkan sebagai Ketua DPD Laskar Manguni Indonesia (LMI) Kabupaten Minahasa Selatan.
Sejak saat itu, aktivitas organisasi menjadi salah satu ruang Topan dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.
Namun, kiprahnya kemudian berkembang ketika memasuki momentum Pemilu Presiden 2024.
Menjelang Pilpres, Topan mendirikan Torang Prabowo-Gibran atau TOPAN 08 dan dipercaya sebagai Ketua Umum.
Organisasi ini terdaftar dalam jaringan Sekretariat Pemenangan Nasional di Jakarta untuk membawa aspirasi masyarakat Sulawesi Utara.
Setelah kontestasi Pilpres berakhir, Topan tidak menghentikan aktivitas organisasi yang telah dibangunnya.
Sebaliknya, ia mengarahkan TOPAN 08 pada kegiatan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Pada akhir 2025, TOPAN 08 menyalurkan ratusan paket sembako kepada lansia, penyandang disabilitas, janda, dan duda.
Bantuan menyasar masyarakat di sejumlah wilayah Minahasa Tenggara dan Minahasa Selatan.
Selanjutnya, kepedulian sosial TOPAN 08 kembali menggema pada momentum Idul Adha 2026.
Sebanyak 18 ekor sapi kurban didistribusikan ke berbagai wilayah di Sulawesi Utara untuk masyarakat yang membutuhkan.
“Gerakan ini lahir dari kepedulian. TOPAN 08 tidak hanya hadir saat kontestasi politik,” kata Topan.
Menurutnya, organisasi tersebut harus tetap berada di tengah masyarakat, baik dalam kondisi suka maupun duka.
Sementara itu, perjalanan politik Topan berlanjut setelah Pilpres 2024 melalui dukungannya pada Pilgub Sulawesi Utara.
Dukungan ini membuatnya beberapa kali terlihat mendampingi Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling dalam kunjungan kerja daerah.
Selain itu, Topan turut menyuarakan dukungan untuk sejumlah program strategis daerah, termasuk pengembangan konektivitas pariwisata.
Meski dekat dengan lingkar pemerintahan, Topan tetap mempertahankan sikap kritis terhadap sejumlah persoalan publik.
Ia juga menyatakan dukungan kepada Polda Sulawesi Utara untuk mengusut kasus dugaan korupsi secara tuntas dan tanpa tebang pilih.
Sikap tersebut dinilai sejalan dengan rekam jejaknya ketika aktif dalam organisasi kemasyarakatan di Minahasa Selatan.
Karena itu, perjalanan Tommy Pantow mencerminkan dinamika figur penggerak yang tumbuh dari organisasi dan gerakan masyarakat.
Tanpa menduduki kursi parlemen atau jabatan birokrasi, Topan membangun ruang komunikasi antara masyarakat, relawan, kegiatan sosial, dan politik.
Pada akhirnya, perjalanan TOPAN 08 menjadi catatan menarik tentang keberlanjutan gerakan relawan setelah sebuah kontestasi politik berakhir. (WEN/**)

Tinggalkan Balasan