SENTANI, KLIKJO.ID–Kampung Adat Homfolo ada di sebelah Barat  ibukota Distrik Ebungfauw, sebelah Utara,  Kampung Yoboi,  Selatan  Kampung Skori Distrik Kemtuk, Barat Kampung Babrongko,  Timur berbatasan  dengan Kampung Kameyaka. 

Menurut Ondofolo Rokhoro Kampung Homfolo, Anderson Tokoro, kepada Tim Media Center KMAN VI pada Kamis (29/9/2022), sebelah dataran bagian selatan Kota Sentani  jarak sekitar 10 kilo meter  mempergunakan speed bout  dari dermaga Yahim, bisa juga melewati jalan darat – lingkar Danau Sentani.

Terdiri dari dua RW, dan empat RT, dengan luas wilayah 214 Hektar, Luas Daratan 202 Hektar, Luas Perairan  danau 12 Hektar. Ada  3 Gereja,  Kema Injil ,  GPDI, Adven, dan  khusus GKI beribadah di kampung Baborong sekitar 300 meter.

‘Kampung Adat Homfolo, sebutan (Homfolo) adalah Bhoungai Aninai.

Masyarakat yang berdomisili di Kampung Adat Homfolo asal usul nenek moyangnya tinggal di Pulau Ajau bersama Koloninya, Kampung Ifale, Kampung Hobong dan Kampung Ifar Besar dan dipimpin  Ondofolo bernama Hokhondo (Ondofolo pertama) sekitar tahun 1700-an,”  Ujar ondofolo Rokhoro Kampung Homfolo, Anderson Tokoro.

Ditbahkan, radisi kerjasama dari sisi adat istiadat, ada kampung mempunyai hubungan kerja, perserikatan dalam tatanan adat  dikenal dengan istilah ” Heasay .”  Secara turun temurun  diikat menjadi satu untuk melakukan sesuatu.

Contohnya Rencana Persiapan KMAN, ini kegiatan besar yang melibatkan  banyak orang dan waktu singkat, maka memanfaatkan kapasitas budaya perserikatan untuk menyelesaikan.

‘Tradisi ini merupakan tradisi kuno, tapi dalam kehidupan sekarang sangat memberikan nilai tambah dalam mendorong pembangunan,” ujarnya.(Arifin)