FOTO: Wabup  Haris Richard S. Yocku SH, saat  sambutan pada turnamen MLBB oleh DPMPTSP Kabupaten Jayapura, Jumat (18/9/2026).(ARS)

SENTANI, Klikjo.id — Wakil Bupati Jayapura Haris Richard S. Yocku mengingatkan guru dan orang tua (Ortu) mengawasi penggunaan teknologi digital oleh anak-anak.

Ini dikatakan Haris saat menghadiri turnamen Mobile Legends Bang Bang (MLBB) yang digelar DPMPTSP Kabupaten Jayapura, pada Jumat (18/9/2026).

Berlangsung,  di Pelataran Parkir Hotel Suni Sentani, Hawaii, Kota Sentani, Sentani, Jayapura.

Menurut Haris, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat bagi generasi muda. Namun, penggunaan tanpa pengawasan dapat membawa dampak negatif.

Karena itu, ia meminta guru dan orang tua menjalankan peran bersama dalam membimbing anak menggunakan perangkat digital secara bijak.

“Guru-guru dan orang tua murid harus selalu mengontrol anak-anak, baik di sekolah maupun di rumah,” ujar Haris.

Selanjutnya, Ia  meminta orang tua memantau penggunaan telepon seluler, aktivitas media sosial, serta konten media sisial.

Selain itu, guru harus memperkuat pemahaman siswa tentang Pancasila, UUD 1945, sejarah bangsa, dan hari-hari besar nasional.

Permintaan ini berlaku bagi guru pada jenjang SD, SMP hingga SMA di Kabupaten Jayapura.

Haris menilai kemajuan teknologi tidak boleh membuat generasi muda melupakan sejarah perjuangan bangsa serta nilai-nilai kebangsaan.

“Yang saya pesankan tadi, mereka tidak boleh melupakan sejarah. Bagaimana berdirinya bangsa ini, bagaimana menjadi negarawan,” katanya.

Penting Pengenalan Sejarah

harapannya, sekolah tidak hanya memberikan pembelajaran akademik. Guru juga perlu mengenalkan sejarah Indonesia dan tokoh-tokoh bangsa kepada siswa.

“Setidaknya guru-guru di sekolah memberikan pemahaman, edukasi kepada anak-anak kita supaya mereka tidak melupakan sejarah,” ujarnya.

Di sisi lain, Haris mendorong metode edukasi yang menarik bagi pelajar. Salah satunya melalui pemberian hadiah sederhana dalam kegiatan yang melibatkan anak muda.

Ia mengaku kerap memberikan hadiah kepada pelajar yang mampu menjawab pertanyaan tentang Pancasila, UUD, sejarah bangsa, dan pengetahuan kebangsaan.

“Tujuannya bukan karena saya banyak uang. Saya mau rasa cinta mereka kepada negara itu mulai tumbuh dari sekarang,” jelasnya.

Selanjutnya, Haris mengingatkan generasi muda agar tidak larut dalam penggunaan perangkat elektronik hingga melupakan interaksi sosial di kehidupan sehari-hari.

“Jangan  sibuk dengan elektronik, dan  melupakan hal-hal nyata atau kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Menurutnya lagi, kebebasan generasi muda saat ini tidak lepas dari perjuangan para pendiri bangsa. Karena itu, perlu memperkenalkan sejarah  kepada generasi penerus.

“Bagaimanapun hari ini mereka bisa menikmati kebebasan untuk berekspresi, tidak lepas dari perjuangan para pendiri bangsa dahulu,” katanya lagi.

Intinya, pemerintah, sekolah, guru, dan keluarga harus memperkuat kolaborasi dalam mengawasi serta membimbing anak di tengah perkembangan teknologi.

Selin itu juga, nilai moral, sosial, sejarah, dan kebangsaan tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan anak.

“Saya mau mereka cinta kepada negara ini dengan cara yang lebih santun seperti itu,” pungkasnya. (ARS)