Foto : Ist

Sentani, KLIKJO.ID–  Peserta Kongres Masyarakat Adat Nusantara ( KMAN) VI,  di Tanah Tabi, Kabupaten Jayapura  meminta dukungan dan perhatian serius terhadap keberadaan hutan sagu di Kabupaten Jayapura.

Ruslan Ahmad,  peserta KMAN Region Sulawesi mengatakan, rumpun dan hutan sagu  tumbuh secara alami dan belum nampak adanya sentuhan masyarakat adat atau Pemerintah dalam penataan hutan sagu secara profesional.

Di Kampung Yoboi, kata Ruslan, adalah salah satu contoh hutan sagu yang tumbuh secara alami namun belum tersentuh dan dikelola secara profesional. “Hutan sagu yang alami seperti di kampung wisata yoboi itu salah satunya, wajib dijaga, ” ujar Ruslan di Sentani, Sabtu (29/10/2022).

Dikatakan, masyarakat adat di Papua tanpa hutan sagu, kususnya di tanah Tabi atau Kabupaten Jayapura, ibarat masyarakat adat yang tidak memiliki apa-apa yang bisa diharapkan dikemudian hari untuk meneruskan keberadaan masyarakat adat itu sendiri.

 “Moment kongres saat ini sangat penting untuk bisa berbagi ilmu tetapi juga pengalaman, walaupun hutan sagu di daerah kami tidak sebanyak di papua, ” katanya.(Arifin)

Sumber: MC KMANVI Kab. Jayapura