Program Sekolah Rakyat merupakan gagasan strategis Presiden Prabowo yang menggabungkan pendidikan akademik dengan pembentukan karakter, keterampilan hidup, dan penguatan kepercayaan diri siswa melalui sistem pendidikan berbasis asrama.
Di Sulut, sasaran utamanya adalah anak-anak dari keluarga dalam Desil Terendah Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Model ini dijalankan secara kolaboratif: Kementerian PUPR bertugas menyiapkan infrastruktur, Kementerian Sosial menjalankan program pendampingan dan kesejahteraan, serta Kementerian Pendidikan mengembangkan kurikulum hybrid.
“Ini tim kesebelasan Pak Presiden,” kata Sekjen Kemensos Robben Rico, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kementerian.
Pemerintah pusat memilih Sulut sebagai lokasi percontohan karena tingginya angka putus sekolah tingkat menengah dan besarnya potensi dampak sosial di wilayah kantong kemiskinan.
Gubernur Yulius menegaskan, kompleks SRMA di Tampusu dan SRMP di Paal IV akan menjadi pusat perubahan sosial—tidak hanya untuk siswa, tetapi juga sebagai pusat pelatihan bagi orang tua dan masyarakat sekitar.
Dengan langkah ini, Sulut bukan sekadar menjalankan mandat pusat, melainkan menjadi pelopor sinergi pusat-daerah dalam pengentasan kemiskinan..(PRI/**)

Tinggalkan Balasan