Foto: TKP kecelakaan truk pengangkut penumpang di Jalan Raya Abepura–Sentani, di kawasan Stadion Barnabas Youwe, Minggu (19/4/2026). (Ist)
SENTANI, Klikjo.id –Mobil truk penumpang alami kecelakaan dan jungkir balik di Jalan Raya Abepura–Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu pagi (19/4/2026) sekitar pukul 07.30 WIT.
Sopir truk Mitsubishi, nomor polisi E 9398 AC, berinisial FS (33), melaju dari arah Sentani menuju Arso 7, usai menghadiri acara keluarga.
Selanjutnya mengalami kecelakaan di depan akses masuk Stadion Barnabas Youwe. Akibat i 19 penumpang luka-luka. Satu penumpang Meninggal Dunia (MD), sementara tiga mengalami luka berat dan 15 lainnya luka ringan.
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan melalui Kasat Lantas AKP Robertus Rengil menjelaskan, kecelakaan bermula saat truk melintas di lokasi kejadian. Namun, tiba-tiba sepeda motor di lajur kiri berbelok ke kanan untuk putar arah menuju Sentani Kota.
Mobil Hilang Kendali
Akibatnya, sopir truk kaget dan langsung melakukan pengereman. Mengakibatkan kendaraan hilang kendali, tergelincir, lalu menghantam pembatas jalan hingga akhirnya jungkur balik bersama penumpang di bak belakang.
“Pengemudi berusaha menghindari tabrakan, tetapi tak dapat mengendalikan kendaraan hingga terbalik,” ujar AKP Robertus.
Para korban mengalami luka lecet, luka robek, serta benturan di bagian kepala dan tubuh. Bahkan, dua korban sempat tidak sadarkan diri sebelum mendapatkan penanganan medis.
Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, polisi melakukan olah TKP, mendata korban dan saksi, serta mengamankan barang bukti.
“Kasus ini masih dalam penanganan Unit Laka Lantas Polres Jayapura,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kerukunan Keluarga Flobamora Kabupaten Jayapura, Ferianto Ragalawa, mengapresiasi respons cepat aparat kepolisian. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada di jalan,” katanya.
Di sisi lain, pihak keluarga korban menyatakan tidak menuntut sopir. Mereka menilai kejadian itu sebagai musibah yang tak sengaja, mengingat seluruh penumpang memiliki hubungan kekeluargaan.
Selain itu, Ferianto juga menyampaikan terima kasih kepada RSUD Yowari yang telah memberikan pelayanan medis kepada para korban. (ARS)

Tinggalkan Balasan