Foto: Ketua Panitia FDS XV  2026, Gilberd R. Yakwart, juga Asisten I Setda Kabupaten Jayapura.(ARS)

SENTANI, Klikjo.id –Festival Danau Sentani (FDS) XV  2026 akhirnya tunda pada September 2026 nanti. Ini, lantaran progres penataan lokasi utama masih minim sekitar 35 persen dan belum memenuhi target.

Menurut, Ketua Panitia FDS XV 2026, Gilberd R. Yakwart, keputusan ini demi memastikan fasilitas dan infrastruktur pendukung sudah siap saat festival berlangsung.

“Kami bersama Bupati, Wakil Bupati, Sekda, seluruh pimpinan OPD dan 19 kepala distrik telah memutuskan untuk menggeser FDS. Puncak kegiatan akan berlangsung pada 1 hingga 5 September 2026 nanti,” ujar Gilberd,  pada Rabu (24/6/2026).

Memang semula, jadwal pra-event FDS  pada 3 Juli hingga 2 Agustus 2026, sementara puncak festival digelar pada 3-5 Agustus 2026.

Namun, sesuai hasil rapat bersama di Grand Cartenz Hotel Sentani. Memutuskan untuk menjadwalkan ulang agenda pelaksanaan FDS .

Sesuai Pra-event,  kegiatan akan berlangsung  20-31 Agustus 2026, sedangkan puncak FDS XV  1 hingga 5 September 2026.

Gilberd mengungkapkan, hasil evaluasi menunjukkan progres pekerjaan di lokasi utama festival belum maksimal atau masih  sekitar 35 persen.

Menurutnya, masih banyak pekerjaan belum selesai,  mulai dari pengecoran, penataan kawasan hingga pembangunan fasilitas pendukung.

Bahkan, sesuai perhitungan teknis, penyelesaian seluruh pekerjaan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu lagi.

“Masih ada sejumlah pekerjaan yang belum selesai. Karena itu, kami membutuhkan tambahan waktu agar seluruh persiapan bisa maksimal,” katanya.

Perlu Koordinasi Kementerian Pariwisata

Selanjutnya, Pemkab dan Panitia akan melporkan perubahan jadwal FDS XV 2026kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata.

Apalagi, FDS masuk dalam kalender nasional melalui program Kharisma Event Nusantara (KEN)  Kementerian Pariwisata.

Gilberd menjelaskan, jadwal sebelumnya  di kementerian  pada awal Agustus 2026. Setelah penyesuaian, tentu akan melakukan koordinasi agar pemerintah pusat dapat menerima perubahan jadwal.

“Kami akan berkoordinasi kembali dengan Kementerian Pariwisata setelah  perubahan jadwal ini,” ujarnya.

Ada Papeda Gratis dan Rekor MURI

Meski begitu, panitia memastikan berbagai program unggulan tetap menjadi bagian dari FDS XV 2026.

Salah satunya, makan papeda gratis yang melibatkan mama-mama asli Papua sebagai penyedia makanan tradisional bagi masyarakat dan wisatawan.

Selain itu, panitia juga menyiapkan program minum kopi gratis untuk memperkenalkan kopi asli Kabupaten Jayapura kepada para pengunjung.

Berbagai atraksi budaya khas Sentani serta upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) nantinya akan memeriahkan festival ini.

Anggaran Capai Rp2,5 Miliar

Panitia optimistis penundaan jadwal akan berdampak positif untuk kualitas penyelenggaraan festival.

Dengan tambahan waktu persiapan, seluruh rangkaian kegiatan nantinya berjalan lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta sektor pariwisata daerah.

Asal tahu saja, anggaran pelaksanaan FDS XV  2026  bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jayapura mencapai Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar.(ARS)