Foto: Bupati Jayapura Yunus Wonda
SENTANI, Klikjo.id – Bupati Jayapura Dr Yunus Wonda meminta Komite Nasional Papua Barat (KNPB) membatalkan rencana demonstrasi di Kantor Bupati Jayapura, 3 Agustus 2026.
Imbauan disampaikan melalui video kepada media, Sabtu (1/8/2026). Selain itu, Bupati meminta masyarakat dan gereja menjaga keamanan serta ketertiban daerah.
Bupati menegaskan tidak mengizinkan aksi demonstrasi di halaman Kantor Bupati Jayapura. Karena itu, seluruh aktivitas pemerintahan berjalan normal.
Selanjutnya, masyarakat jangan mudah terpancing isu maupun provokasi. Anak sekolah tetap belajar, sedangkan aparatur pemerintah tetap bekerja seperti biasa.
Menurut Yunus Wonda, stabilitas keamanan penting menjaga aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Oleh sebab itu, mengajak seluruh warga mempertahankan situasi damai.

Foto : Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan.(Ist)
Sementara itu, Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan menegaskan Polri menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban sesuai ketentuan hukum berlaku.
Kapolres juga menegaskan Indonesia hanya memiliki satu negara, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, akan mengambil tindakan sesuai aturan.
Menghadapi rencana aksi, Polres Jayapura menyiapkan hampir 600 personel gabungan TNI-Polri. Dengan demikian, akan menjaga keamanan sehingga situasi tetap kondusif.
Selain itu, Kapolres menyebut Dewan Adat Kabupaten Jayapura telah menyatakan penolakan rencana aksi KNPB. Karena itu, masyarakat harus menjaga persatuan.
Pada kesempatan itu, Bupati dan Kapolres mengajak seluruh masyarakat tidak terprovokasi. Sebaliknya, tetap menjaga keamanan, ketertiban, serta kedamaian Kabupaten Jayapura.(ARS)

Tinggalkan Balasan