Foto: Perumahan di Kabupaten Jayapura terendam banjir akibat curah hujan tinggi pada Senin malam (25/11/2025).(Ist)

SENTANI, Klikjo.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Februari–Maret 2026.

Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Lefinus Ragainaga, mengatakan bahwa berdasarkan data BMKG, wilayah Kabupaten Jayapura telah memasuki musim hujan sejak September lalu.

“Kami minta masyarakat waspada, dengan kondisi curah hujan seperti sekarang, potensi bencana hidrometeorologis bisa meningkat,” ujarnya.

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur pada Senin malam (25/11/2025) menyebabkan peningkatan debit air di Kali Away, Distrik Sentani, serta Kali Korwa di Distrik Yapsi. Kondisi ini menimbulkan genangan di sejumlah kompleks perumahan.

Sebanyak 345 kepala keluarga (KK) di Distrik Sentani Terdampak GenanganBPBD Jayapura mencatat empat lokasi terdampak genangan di Distrik Sentani dengan total 345 KK masing-masing BTN Rofele – 126 KK, BTN Qaliwe – 105 KK, BTN Gajahmada – 39 KK, BTN Citra Buana IV – 75 KK.

Sementara di Distrik Yapsi, genangan juga terjadi di Kampung Nawa Mulya (SP3), dengan luas area terdampak masih dalam penghitungan BPBD.

Lefinus menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan banjir bandang, melainkan genangan akibat tersumbatnya saluran pembuangan, sedimentasi di sejumlah sungai, serta meningkatnya debit air.

“Banjir itu punya arus deras. Yang terjadi adalah air tidak mengalir karena drainase tidak berfungsi,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pembangunan beberapa kompleks perumahan yang dinilai kurang memperhatikan analisis lingkungan.

“Misalnya di BTN Rofele dan BTN Qaliwe. Ada kawasan yang ditimbun sehingga aliran air terganggu, termasuk di sekitar BTN Joko Indah,” ungkapnya.

BPBD Kerahkan Alat Berat, dan pemerintah siapkan tempat pengungsian.Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, BPBD bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura telah menurunkan alat berat untuk mempercepat penanganan genangan serta melakukan normalisasi awal di Kali Hawai.

Pengerjaan dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi tanah yang labil.
Pemerintah daerah juga menyiapkan opsi lokasi pengungsian jika debit air kembali meningkat.

Kebutuhan mendesak dalam penanganan saat ini meliputi, penanganan genangan air, normalisasi kali, penyiapan lokasi pengungsian, dan penyediaan makanan dan minuman bagi warga terdampak.

Sementara itu,, Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda SH, MH, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada menghadapi intensitas hujan yang kian meningkat menjelang Desember.

“Maka dari itu, saya mengimbau seluruh warga Kabupaten Jayapura untuk menjaga kebersihan lingkungan. Pastikan saluran air di sekitar rumah bersih dan tidak tersumbat sampah,” ujarnya usai ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/11).

Bupati juga meminta para kepala kampung serta RT/RW terus mengedukasi warga agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai. “Buanglah sampah di tempat yang sudah disediakan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa curah hujan tinggi dapat memicu genangan hingga mengganggu aktivitas masyarakat, serta meningkatkan risiko longsor di sejumlah titik rawan.

“Imbauan ini untuk kita semua, mulai dari tingkat kampung, kelurahan, RT/RW, hingga distrik. Kita harus bersama-sama menjaga kebersihan halaman, parit, hingga sungai, agar aliran air tetap lancar,” tandas Bupati.(ARS)