Foto: Gubernur Papua Matius D. Fakhiri saat meninjau kawasan Pra Festival Danau Sentani XV 2026 di Pantai Kalkote, Selasa (25/8/2026).(ARS)
SENTANI, Klikjo.id – Gubernur Papua Matius D Fakhiri mengapresiasi terobosan Bupati Jayapura Yunus Wonda dalam menata kawasan Festival Danau Sentani (FDS).
Fakhiri menyampaikan apresiasi saat meninjau sejumlah stan dan perubahan kawasan FDS di Pantai Kalkote, Kampung Harapan, Selasa (25/8/2026).
Menurut Fakhiri, penataan kawasan membuat lokasi FDS lebih representatif, nyaman, sekaligus mendukung pelestarian budaya masyarakat adat Sentani.
Karena itu, ia menilai Pemerintah Kabupaten Jayapura menunjukkan komitmen kuat melalui pelaksanaan Pra Festival Danau Sentani XV 2026.
“FDS harus mendapat dukungan karena menjadi ruang penting untuk menjaga adat dan budaya Papua,” ujar Gubernur.
Selain itu, Fakhiri menilai budaya lokal perlu berkembang mengikuti zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai asli masyarakat adat.
“Budaya adalah identitas masyarakat adat yang harus merawat, memeliharan, dan menjaganya,” ujar Fakhiri kepada wartawan.
Menurutnya, pelestarian budaya juga harus berjalan bersama nilai agama dan pendidikan karakter untuk membentuk generasi muda Papua.
“Generasi muda merupakan pewaris sesungguhnya dari setiap suku. Karena itu, harus menjaga dan mengajarkan nilai budaya yang baik,” katanya lagi.
Selanjutnya, Fakiri mendorong setiap daerah di Tanah Papua mengembangkan festival budaya sesuai karakter dan kekayaan daerah masing-masing.
Dengan demikian, festival budaya tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
“Pemerintah Provinsi Papua tentu akan mendorong kegiatan seperti ini karena mampu melestarikan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Inovasi Penataan Kawasan
Secara khusus, Fakhiri mengapresiasi inovasi Yunus Wonda dalam menata kawasan FDS agar semakin nyaman dan menarik bagi pengunjung.
Ia menyebut rencana pembangunan jalan lingkar dan perluasan area parkir sebagai langkah maju untuk mendukung kawasan FDS.
“Ini merupakan langkah maju yang bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Papua,” kata Fakhiri.
Selanjutnya, Gubernur Papua mengajak masyarakat menjaga keamanan dan kedamaian selama pelaksanaan Festival Danau Sentani.
Menurutnya, kondisi aman dan kondusif akan membuka ruang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Fakhiri juga berharap FDS memperkuat toleransi, kebersamaan, serta persatuan masyarakat Papua yang memiliki keberagaman budaya.
Ia menilai keterlibatan paguyuban Nusantara dalam FDS turut memperkuat interaksi sosial sekaligus menggerakkan ekonomi Papua.
Selain itu, Fakhiri menyebut Sentani dan Jayapura sebagai pintu gerbang utama perekonomian Papua yang harus dijaga bersama.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat budaya dan perekonomian daerah.
Fakhiri kemudian memberikan penghargaan kepada panitia, pemerintah daerah, tokoh adat, serta seluruh pihak pendukung FDS selama 15 tahun.
Ia berharap FDS akan berkembang dan menjadi inspirasi bagi lahirnya festival budaya lainnya di Tanah Papua.
“Danau Sentani memberikan pesan kepada kita untuk berkreasi, menjaga, memelihara, dan melestarikan adat serta budaya,” tutupnya. (ARS)

Tinggalkan Balasan