Foto ; Ketua DPRD Provinsi Papua

JAYAPURA, KLIKJO.ID–Rencana  Pemerintah untuk menerapkan Aplikasi Bahan Bakar Minyak (BBM) di indonesia mulai Rabu (29/6/2022) dinilai belum efektif. Hal ini dikatakan  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua, Jhon Banua Rouw SE, kepada sejumlah wartawan Kamis (30/6/2022).

Menurutnya rencana penerapan aplikasi BBM tidak akan efektif di Provinsi Papua khususnya wilayah pedalaman. “Mungkin bisa diterapkan di daerah perkotaan, namun di Kabupaten belum efektif,” ujar Rouw.

Menurutnya, warga Papua di wilayah  pedalaman pasti tidak setuju dengan rencana ini,   alasannya belum semua warga mengunakan HP Android  dan belum paham dengan aplikasi tersebut.

Kalaupun ada HP android pasti cuma untuk foto dan buat vidio untuk mengabadikan kegiatan mereka. Selain itu  ada wilayah yang masih menggunakan penerangan solar cell  dan genset.

“Upaya Pemerintah sudah baik, namun harus  melihat kebutuhan masyarakat apalagi  Negara kita  sedang mengalami gejolak BBM,. Selaku  pimpinan DPRD Provinsi papua mengimbau kepada pelaku usaha agar mengerti kebutuhan masyarakat sesungguhnya,” ujarnya lagi.

Ketua DPRD Papua juga menekankan agar BBM subsidi itu digunakan atau dibeli oleh masyarakat yang membutuhkan sehingga tidak terjadi kesenjangan antara masyarakat dan pemerintah.

“Sebenarnya bukan ancaman bagi masyarakat untuk Aplikasi karena ini baru ujicoba dan papua belum ada pemberlakuan itu,” ujarnya.(Arifin)